TERNATE  -  Masuknya Ahmad Hidayat Mus (AHM)  dalam jajaran elit Partai Golkar dengan jabatan Koordinator Pemenangan Pemilu II (Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Malut dan Papua) makin menguatkan eksistensinya. Padahal eks Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) itu masih tersandung dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya di Sanana.  "Kalau soal kasus hukum serahkan saja sama aparat. Tapi  kalau sanksi partai tidak ada. Terbukti dia (AHM,red) jadi koordinator pemenang region II, "kata juru bicara Partai  Golkar Malut Syawan Damapolii, kemarin (31/5).
   
    Wakil Rektor (Warek) I Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Ridah Ajam menjelaskan apa pun bisa terjadi dalam dunia poltik. Termasuk  AHM yang masih tersandung dugaan kasus korupsi tidak bisa disalahkan. Toh, Ketua DPP Partai Golkar yang baru Setya Novanto juga tersandung hal sama.
    Seharusnya, lanjut Ridha, AHM harus melakukan klarifikasi terkait status hukum yang dia emban sekarang. "Aparat penegak hukum juga harus tegas atas status AHM. Kalau semuanya sudah jelas biarlah publik yang menilai,” ujarnya. (cr-06/kox)