DEPROV: Suasana paripurna di kantor Deprov. DEPROV: Suasana paripurna di kantor Deprov.

SOFIFI – Sejumlah mantan anggota DPRD Provinsi (Deprov) Malut diketahui belum mengembalikan mobil dinasnya (Mobdin). Mereka adalah mantan Ketua Deprov Saiful Ruray, mantan Wakil Ketua Djasman Abubakar, Rusmin Latara dan Edi Langkara. Selain empat orang itu, ada beberapa nama lagi yang terdata tidak mengembalikan mobdin.   
Selain itu, Alimin Muhammad dan Fahri Sangaji juga belum mengembalikan mobdinya. Padahal, mobdin yang digunakan keduanya itu saat masih duduk sebagai pimpinan Deprov pada periode sebelumnya. Kini, keduanya tidak lagi pimpinan Deprov. Ironisnya lagi, mobdin yang dipakai Edi Langkara diketahui dibawa ke Halmahera Tengah (Halteng).
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Utang, Salahudin Lessy menuturkan, sebanyak 68 unit mobdin yang sementara berada di tangan mantan anggota Deprov. Mobdin sebanyak itu masih terdaftar sebagai asset daerah, karena belum dilakukan pemutihan. Praktis, asset sebanyak senilai Rp 3,821 miliar lebih.
Salahudin meminta Sekretariat Deprov untuk berkoordinasi dengan Biro Umum Pemprov agar dilakukan penarikan mobdin sebanyak 68 unit tersebut.
"Karena anggota Deprov periode 2014-2019 yang masuk alat kelengkapan tidak memiliki mobdin. Sudah dilakukan pengsulan, tapi tidak bisa ditindaklanjuti, karena mobdin yang dibawa mantan anggota Deprov belum dilakukan pemutihan,”jelasnya.
Salahudin mengaku heran, kenapa mantan anggota Deprov tega tidak mengembalikan mobdin, begitu juga anggota Deprov yang mestinya tidak lagi menduduki posisi tertentu, tapi tetap menggunakan mobdin yang pernah ia gunakan saat menjabat pada periode sebelumnya. “Ini termasuk perbuatan melawan hukum, karena mengusai asset Negara,”ujarnya.
Terpisah, mantan Wakil Ketua Deprov Alimin Muhammad mengaku akan mengembalikan mobdin yang ia gunakan sekarang jika ditarik. “Kalau mau ditarik, silakan saja,”tutupnya.(udy/lex)