TERNATE – Sikap anggota DPRD Provinsi (Deprov) dan wakil rakyat 10 kabupaten kota dari PDIP Malut untuk mengkampanyekan pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Puranama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Jarot) beberapa hari terakhir ini, mendapat respon keras dari publik.
Tak tanggung-tanggung, Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis juga angkat bicara. Dosen Fakultas Hukum Unkhair ini marah besar setelah tahu 45 anggota DPRD dari PDIP Malut berada di Jakarta untuk memenangkan Ahok-Jarot.
Ia menganggap sikap wakil rakyat dari PDIP itu tidak rasional. Margarito bahkan menyebutkan keputusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Malut memberangkatkan anggota dewannya ke Jakarta, konyol.
Menurutnya, anggota DPRD dari PDIP harusnya melakukan sesuatu di Malut. Pembuktian eksistensi wakil rakyat dari PDIP ini disebut salah sasaran. “Kenapa harus urus rumah tangga orang lain, sementara rumah sendiri tidak diurus. Ini langkah yang sangat konyol,”cecarnya, Senin (17/4).     
“Konstituen mereka itu ada di Malut, bukan di Jakarta. Kenapa harus bela Ahok-Jarot. Harusnya mereka ini urus daerah, tapi kenapa urus daerah orang lain. Urus daerah sendiri saja tidak mampu kok,”tambahnya.
Sementara Dosen Ilmu Politik UMMU, Muhlis Hafel menyebut anggota DPRD dari PDIP itu wakil partai bukan wakil rakyat. Pernyataan Muhlis ini lantaran kesal melihat sikap langkah 45 anggota DPRD dari PDIP tersebut. “Inilah kewenangan partai yang mendominasi tugas mereka sebagai wakil rakyat. Dengan begini, mereka bisa disebut wakil partai, bukan wakil rakyat,”ujarnya dengan nada kesal.
Selain anggota DPRD dari PDIP, informasinya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Malut juga memberangkatkan anggota DPRD ke Jakarta untuk memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) dalam pilgub DKI Jakarta. Tercatat, sebanyak 20 anggota DPRD dari Partai Genrinda yang sementara berada di Jakarta. Mereka tergabung dari wakil rakyat provinsi dan kabupaten kota.
Sekretaris DPD PDIP Malut Ikram Haris mengakui bahwa seluruh wakil rakyat PDIP di Malut berada di Jakarta. Di Jakarta, mereka menjual sembilan bahan pokok (sembako) murah atas nama pasangan Ahok-Jarot. “Ini instruksi DPP PDIP. Penjualan sembako ini adalah strategi untuk menangkan Ahok-Jarot. Semua kader PDIP di Malut wajib ikut perintah ini. Ini juga sudah dibahas dalam rapat koordinasi di DPP PDIP,”katanya.
Menurutnya, kehadiran mereka di Jakarta, bukan lagi dalam kepentingan memenangkan Ahok-Jarod, tapi sudah menjadi perang ideologi untuk memperjuangkan dan mempertahankan Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kami semua berada di Jakarta karena bertepatan dengan kegiatan bimbingan teknis seluruh fraksi PDIP di Indonesia.
Sementara Ketua DPD Gerindra Malut Wahda Zainal Imam juga mengakul bahwa kehadiran mereka di Jakarta untuk memenangkan pasangan Anies-Sandi pada pilgub DKI Jakarta. “Kehadiran kami ini bukan sebagai pemilih, tapi hanya sebagai tim sukses saja. Ini sudah menjadi instruksi partai. Keberangkatan kami ini tidak mengganggu kegiatan di daerah karena sudah terjadwalkan,”tutupnya.(mg-01/lex)