TERNATE – Dugaan penyalahgunaan dana beasiswa S2 dan S3 oleh direktur Politeknik Sains dan Teknologi Wiratama Noho Ulidam akhirnya sampai ke DPRD Provinsi (Deprov). Anggota Komisi IV Deprov Malut Djafar Umar ketika diminta komentar kemarin (17/5), berjanji akan memanggil direkturnya dalam waktu dekat. "Nanti kami kroscek dan bahas dengan Dikbud dulu.  Tapi yang jelas Noho dalam waktu dekat akan kami panggil untuk memberi keterangan," kata Djafar via ponsel kemarin.
Politisi PKB ini mengatakan,  mekanisme penyaluran bantuan itu seharus ditransfer langsung ke rekening penerima beasiswa. "Mestinya dana tersebut ditransfer langsung ke rekening yang bersangkutan agar tidak menimbulkan kecurigaan. Tapi entah bagaimana, saya juga belum tahu pasti kenapa dikelola lembaga lagi.  Jadi nanti kita bicarakan masalah ini dengan Dikbud dan Direkturnya,” tandas Djafar.
Disisi lain, Noho masih terus mencari tahu oknum dosen yang telah menuding dirinya menilep dana bantuan Pemprov tersebut. Selain itu, dia mengaku sudah melakukan evaluasi dosen beberapa kali tetapi belum ada yang mengaku. “Kami tetap mengevaluasi karena sebagian teman-teman sedang studi  S2 dan S3 itu tidak hadir dalam rapat evaluasi dua hari terakhir," ujar Noho saat bertandang ke Malut Post Rabu (15/5) malam.
Noho juga mengklarifikasi anggaran pembayaran nilai mahasiswa yang tertunggak. Menurutnya, bukan nilai studi tertunggak yang dibayar melainkan nilai KHS mahasiswa yang bayar. "Memang ada nilai mereka yang masih tagantung (belum mencukupi) tapi yang dibayar ini nilai KHS," katanya. (mg-01/wat).