MUDIK: Ribuan pemudik memilih menggunakan transportasi laut . Jumat (16/6) dini hari , tercatat 2.310 orang menumpangi KM Dorolonda dari Pelabuhan A Yani Ternate. Tampak di foto, para penumpang berdesakdesakan saat naik kapal.HARIYANTO TENG/MALUT POST MUDIK: Ribuan pemudik memilih menggunakan transportasi laut . Jumat (16/6) dini hari , tercatat 2.310 orang menumpangi KM Dorolonda dari Pelabuhan A Yani Ternate. Tampak di foto, para penumpang berdesakdesakan saat naik kapal.HARIYANTO TENG/MALUT POST

        SOFIFI - Pegawai negeri sipil (PNS) dilarang keras menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik lebaran. Selain PNS, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga  tidak diperkenankan menggunakan mobil dinas (mobdin) saat mudik.        
    Hal ini ditegaskan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara (Malut)  Muabdin Hi Radjab menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 87/2005 mengenai Dasar Penambahan Proses Efisiensi, Penghematan serta Disiplin Kerja. 
    “Apabila ada pejabat atau  PNS  yang ditemukan membawa  kendaraan dinas akan diberi sanksi tegas,” tandas Muabdin kepada Malut Post, kemarin (16/6). 
Muabdin   mengatakan Pemprov akan mengeluarkan edaran larangan penggunaan kendaraan dinas saat mudik. “Edarannya akan keluarkan pekan depan,” ujar Muabdin.
Secara khusus, Sekprov mengingatkan pejabat Pemprov yang berasal dari Halmahera Utara (Halut) dan Halmahera Barat (Halbar).  Alasannya,   pejabat  Pemprov  yang mudik  adalah mereka yang rata-rata berdomisili di luar Ternate.
“Yang berpotensi membawa mobil dinas Pemprov saat mudik adalah mereka yang berdomisili di Halut dan Halbar. Karena itu, diingatkan agar  tidak membawa mobil dinas,”terangnya. “Aturan ini berlaku bagi semua PNS dan anggota DPRD,” imbuhnya. Dia mengatakan pelanggaran terhadap aturan penggunaan kendaraan dinas ini akan diberikan sanksi sesuai ketentuan.

Sebelumnya, Menteri PANRB Asman Abnur  mengatakan kendaraan dinas operasional hanya digunakan untuk kepentingan dinas yang menunjang tugas pokok dan fungsi. Karena itu Menteri wanti-wanti agar seluruh PNS mentaati aturan tersebut.  “Mobil dinas jangan digunakan untuk pribadi, apalagi untuk mudik saat libur lebaran,” tegasnya.

Dia menambahkan penggunaan kendaraan dinas operasional dibatasi pada hari kerja, dan digunakan di dalam kota. “Kalau instansi pemerintah memiliki bus  jemputan pegawai, mungkin bisa digunakan. Tapi harus  harus dengan izin tertulis dari pimpinan instansi pemerintah tempat ASN bekerja atau pejabat yang ditugaskan sesuai kompetensinya,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu Asman juga mengatakan bahwa untuk kepentingan mudik lebaran, sejumlah instansi pemerintah, BUMN maupun swasta banyak menyediakan fasilitas kendaraan untuk mudik. Selain itu, pemerintah juga memberikan gaji ke-14 atau THR, sehingga PNS  cukup terbantu dengan tambahan dana tersebut dalam menghadapi hari raya Idul Fitri.

Diingatkan, pegawai yang menggunakan kendaraan dinas untuk mudik tanpa izin akan diberikan sanksi sebagaiana diatur PP No. 53/2010 tentang Disiplin PNS. Sanksi ini juga berlaku untuk PNS yang bolos pada hari pertama masuk kerja usai Lebur dan cuti bersama Lebaran.


Kapal Terakhir Muat 2.310 Pemudik

    Sementara itu,  arus mudik di Pelabuhan A Yani mengalami puncaknya dini hari kemarin, bertepatan dengan rute  perjalanan  KM  Dorolonda. Kapal milik PT.   Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tiba di Pelabuhan A Yani Ternate sekitar pukul 03.00 WIT.   Tercatat  2.310 penumpang naik dari Pelabuhan A Yani  dengan tujuan berbagai tempat sesuai rute kapal, yakni  Bitung, Ambon, Namlea, Bau Bau, Makassar dan Surabaya. Dominan yang berangkat adalah penumpang tujuan Ambon dan Surabaya.
    Pemudik sendiri   sudah memadati  pelabuhan satu jam  sebelum KM Dorolonda tiba. Para petugas dari Posko Ramadan terlihat sibuk mengamankan para pemudik agar tidak menempati titik-titik rawan kecelakaan seperti mendekati bibir dermaga dan tempat lalu lalangnya kendaraan.     Para pemudik mulai bergerak setelah KM Dorolonda merapat di pelabuhan.  Petugas  terpaksa n menggunakan alat pengeras suara untuk mengarahkan jalur naik dan turunnya penumpang.  
    Meski dikawal  petugas, kondisi berdesak-desakan saat naik ke kapal tak bisa dihindarkan mengingat padatnya pemudik. “Ini jadwal kapal  yang terakhir jelang Idulfitri, makanya kami harus berangkat,” kata  Rapsan, satu penumpang tujuan Ambon kepada Malut Post.
Kepala KSOP Ternate Hengky Mainasi saat ditemui mengatakan puncak arus mudik lebaran menggunakan jasa transportasi laut di Pelabuhan A Yani Ternate dini hari kemarin. “Penumpang naik 2.310 orang. Penumpang yang ada di atas kapal sebanyak 600 orang.  Kapasitas angkut 4.097 penumpang,” terang Hengky.
    Meski begitu,     arus mudik  kali tidak sepadat tahun lalu. “Mudik 2017 ini agak sedikit turun,” sebutnya. (udy/mg-04/fai)