TETAP SEMANGAT: Salah satu calon haji asal Maluku Utara berusia lanjut didampingi petugas haji dalam pelaksanaan ibadah. AMAR MANAF FOR MALUT POST TETAP SEMANGAT: Salah satu calon haji asal Maluku Utara berusia lanjut didampingi petugas haji dalam pelaksanaan ibadah. AMAR MANAF FOR MALUT POST

MADINAH – Banyaknya calon haji (calhaj) berusia lanjut dan kategori risiko tinggi (risti) membuat petugas kesehatan harus bekerja ekstra keras. Saat ini, 15 calhaj yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 asal Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, dan Halmahera Timur dalam pengawasan khusus Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD).
Ke-15 calhaj tersebut adalah Suharsih binti Soebardjo, Samad Rabo Sorah, Abudin Noho, Thaib Manaf, Jainabu, Fauziah, Mansyur, Saleh, Mohdar Arif, Siti Subuh (yang juga calhaj Malut tertua berusia 96 tahun), Soleman, Manan, Sabtu Hasan Jou, Asia Dula dan Basir Abdulrahman. Selain lansia, mereka juga diketahui memiliki riwayat penyakit sehingga rentan kambuh. ”Karena itu 15 jamaah tersebut mendapat pengawasan khusus dari TKHD,” ungkap Kepala Bagian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Malut Amar Manaf kepada Malut Post, Kamis (10/8).
Amar menjelaskan, setiap hari ke-15 calhaj ini harus diperiksa kesehatannya. "Kami minta pihak keluarga juga turut mendoakan, agar mereka selalu diberi kekuatan dan kesehatan agar tetap menjalankan ibadah dengan baik. Sampai saat ini, 15 jamaah ini masih bisa melaksanakan ibadah, hanya saja rentan sakit," sambung Amar.
Sementara itu, para calhaj saat ini masih focus melaksanakan rangkaian ibadah di Madinah. Kloter 11, misalnya, 445 jamaahnya melaksanakan ziarah di Masjid Quba, Jabal Uhud, dan Masjid Qiblatayn. "Di masjid, jamaah melakukan salat sunnah Tahiyyatul Masjid dan salat sunnah Dhuha. Di Uhud, jamaah berdoa untuk para syuhada perang Uhud yang dipimpin langsung pembimbing kloter. Kegiatan ziarah menggunakan 10 bus," tutur Amar.
Sementara petugas kesehatan sejak Rabu (9/8) melakukan visitasi atau pemeriksaan kesehatan jamaah kloter 11 di setiap kamar yang ditempati jamaah. Jamaah yang sakit atas nama Hafsah Kamarullah, warga Desa Mandaong, Halmahera Selatan, saat ini telah membaik dan dikembalikan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia. Sebelumnya, Hafsah sempat dirawat di Rumah Sakit King Fahd Madinah.
Sedangkan Safura Fokaaya, warga Desa Fogi, Kepulauan Sula, masih dirawat di RS King Fahd. "Kesehatanya sudah mulai membaik, insha Allah sehari dua bisa bergabung dengan jamaah lain," tandas Amar.(udy/kai)