KOCOK ULANG: Para pejabat yang disebut-sebut masuk daftar reshuffle, (dari kiri) Kepala Bappeda Samsudin Banyo, Kepala BKD Irwanto Ali, dan Kepala Dispar Anwar Husen KOCOK ULANG: Para pejabat yang disebut-sebut masuk daftar reshuffle, (dari kiri) Kepala Bappeda Samsudin Banyo, Kepala BKD Irwanto Ali, dan Kepala Dispar Anwar Husen

SOFIFI - Isu perombakan kabinet kembali santer di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut). Gubernur Abdul Ghani Kasuba (AGK) bahkan dikabarkan akan melantik pejabat baru hasil reshuffle pada Jumat (11/8) hari ini.  
    Kabar reshuffle makin kencang hingga malam tadi. Orang nomor satu di lingkup Pemprov dikabarkan akan melakukan perombakan kabinet secara besar-besaran sebelumnya dirinya terikat aturan sebagai petahana pada pemilihan gubernur (pilgub) 2018 mendatang. Tak tanggung-tanggung, jabatan strategis sekelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pun dikabarkan terkena reshuffle. Selain Bappeda, beberapa jabatan struktural eselon II juga bakal dirombak. Perombakan juga dikabarkan terjadi di level eselon III dan IV.
    Juru Bicara Kantor Gubernur Halid Alkatiri saat dihubungi Malut Post tadi malam membenarkan rencana reshuffle kabinet hari ini.  “Gubernur berencana balik dari Jakarta tanggal 13 Agustus, tapi tiba-tiba berubah karena harus melakukan pelantikan pejabat besok (hari ini, Red),” ungkap Halid.
    Pria yang menyandang jabatan Kepala Biro Humas dan Protokoler Setdaprov ini mengaku masih bersama gubernur di Jakarta tadi malam. Namun dia memastikan Gubernur tiba di Ternate pagi ini dan selanjutnya melakukan pelantikan pejabat. “Sebab waktu pelantikan pejabat terakhir besok (hari ini,red),” kata  Halid.
Penyampaian Halid ini terkait aturan petahana melakukan pelantikan mengingat AGK juga berencana maju pada Pilgub 2018 mendatang. Halid menyebutkan Pasal 71  ayat 2 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan wali kota menyebutkan dan bupati yang memuat larangan dilakukan pergantian pejabat 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon. “Merujuk aturan tersebut, maka waktu pelantikan hanya tinggal besok (hari ini, Red). Karena itu, pejabat yang telah di-assessment sudah harus dilantik," jelasnya. “Jika Gubernur tidak melakukan pelantikan, maka harus menunggu enam bulan lagi,” imbuhnya.  Sekadar diketahui, penetapan pasangan calon kepala daerah sesuai jadwal yang ditetapkan KPU adalah minggu pertama Januari 2018.
     Lantas siapa-siapa yang akan dilantik? Halid mengaku tidak tahu. “Soal siapa pejabatnya, hanya gubernur yang tahu karena itu hak prerogatifnya gubernur,” katanya.  
Namun informasi yang diperoleh Malut Post dari sumber-sumber terpercaya di Kantor Gubernur menyebutkan beberapa nama pejabat eselon II bakal terdepak. Kepala Bappeda Malut Samsudin Banyo dikabarkan akan diganti. Namun belum dapat dipastikan siapa pejabat baru yang menggantikan Samsudin. Isu yang berkembang sementara menyebutkan posisi Samsudin bakal diisi oleh Irwanto Ali. Irwanto saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Namun ada juga yang menyebutkan kalau Irwanto dicopot dari BKD dan nonjob. Jabatan Kepala BKD dikabarkan akan diisi oleh Idrus Assagaf yang saat ini menjabat Kepala Biro Organisasi.     Irwanto saat dihubungi malam tadi mengaku belum mendapat informasi apa pun terkait pergantian dirinya. “Tapi kalau diganti ya saya siap. Di tempat lain juga tidak masalah karena jabatan eselon II itu ada di tangan gubernur," katanya. Meski begitu, Irwanto membenarkan akan dilakukan pelantikan pejabat pagi ini.
Selain Irwanto dan Samsudin yang disebut-sebut masuk daftar reshuffle, muncul juga nama Anwar Husen. Anwar dikabarkan dicopot dari jabatan Kepala Dinas Pariwisata. Nama Darwis Pua yang saat ini menjabat Kepala Biro Umum dan Perlengkapan disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Anwar.(udy/fai)