1.000 Homestay Dibangun, Bandara Morotai Dikembangkan

  • Wednesday, Sep 13 2017
Grafis Grafis

SOFIFI – Pengembangan Kabupaten Pulau Morotai sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas Pemerintah Pusat kini selangkah lagi terealisasi. Pada 2017 dan 2018, Pempus fokus melakukan sejumlah pembangunan, terutama membuka akses wisata. Salah satunya adalah pembangunan 1.000 homestay dan pengembangan Bandara Leo Wattimena.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib kepada Malut Post menuturkan, melalui Kementerian Perhubungan, sejumlah sarana bandara akan dibangun seperti terminal baru seluas 1.840 meter persegi, pagar pengaman sepanjang 7.000 meter, dan jalan baru kawasan bandara seluas 9.450 meter persegi. ”Ini dibangun pada 2017,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela Seminar dan Lokakarya Nasional tentang Strategi Pembangunan Pariwisata Pulau Morotai sebagai Destinasi Unggulan untuk Mendukung Kawasan Ekonomi Khusus di Grand Dafam Bela Hotel Ternate kemarin (12/9).
Sementara pada 2018, Kemenhub akan melakukan pelebaran landasan dari 2.400x30 meter menjadi 2.400x45 meter. Selain itu, dilakukan pengerasan landasan dari PCN 36 menjadi PCN 50. "Dengan demikian, pesawat Boeing 737 bisa mendarat," tutur Hiramsyah.
Pria yang juga Tenaga Ahli Menteri Pariwisata ini mengaku tak menghafal angka pasti anggaran pembangunan tersebut. Namun ia menjamin sudah ada kepastian anggaran yang melekat pada Kemenhub itu. "Kenapa saya bilang pasti, karena ini diputuskan dalam rapat kabinet terbatas dengan Presiden. Karena itu, mulai tahun ini dan tahun depan sudah akan dilakukan pembangunan," terang Hiramsyah.
Selain bandara, Pempus juga fokus pada penyediaan homestay sebagai sarana pendukung wisata. Homestay ini ada yang dibangun baru, ada pula yang memanfaatkan renovasi rumah warga setempat. Selain menggunakan APBN, salah satu pengembang yakni PT Jababeka Infrastruktur juga telah menyatakan kesediaan untuk membangun. "Untuk anggarannya belum diputuskan. Begitu juga berapa jumlah yang dibangun pemerintah dan pihak swasta. Namun sesuai arahan Presiden, dalam waktu dekat akan disiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengembangan 10 Destinasi Wisata Prioritas sehingga pembangunan homestay bisa dianggarkan melalui APBN," jelas pejabat berusia 55 tahun tersebut.
Di samping bandara dan homestay, Kementerian Pariwisata yang menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bakal mengembangkan sejumlah desa wisata. Pengembangan ini diawali dengan penetapan beberapa desa di Morotai sebagai desa wisata. Tentunya dengan mengacu pada kriteria-kriteria yang ditetapkan, mulai dari sisi budaya maupun kesiapan masyarakat. "Jadi yang kita lakukan pertama adalah berupaya meyakinkan masyarakat untuk siap menerima orang lain. Tentu ada keuntungan yang harus didapatkan masyarakat, salah satunya menyediakan homestay,” sambungnya.
Lebih jauh Hiramsyah menuturkan, jika sarana dan akses telah terbangun, Morotai akan menjadi salah satu pendukung destinasi wisata Manado. Sebab dalam beberapa tahun terahir pertumbuhan sektor wisata Manado naik enam kali lipat. "Jadi orang yang datang berwisata di Manado, salah satu daerah yang dikunjungi adalah Morotai, karena telah masuk dalam paket wisata. Namun semua kembali ke sarana prasarana,” tuturnya.
Alumnus Institut Teknologi Bandung itu menjamin tak akan butuh waktu lama untuk membangun 1.000 homestay. ”Kalau membangun hotel cukup memakan waktu lama, paling cepat tiga tahun. Tapi kalau membangun homestay cukup enam bulan bisa selesai. Apalagi desa wisatanya sudah ada, tinggal dikembangkan," katanya.
Selain Hiramsyah, hadir pula Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Letjen TNI Nugroho Widyotomo dalam seminar kemarin. Sementara dari pihak pemerintah hadir Wakil Gubernur M Natsir Thaib. Natsir sendiri mengaku sangat mendukung dan bersyukur Pempus menetapkan Morotai sebagai destinasi wisata prioritas. Sebagai dukungan, pihaknya telah menunjuk mantan Penjabat Bupati Morotai Samsudin Kadir sebagai Kepala Dinas Pariwisata Malut. Sebab Samsudin dinilai paham benar tentang Morotai. "Sementara dari sisi anggaran, kami berharap semuanya dari Pemerintah Pusat. Sebab daerah dengan keterbatasan anggaran APBD fokus melakukan pembangunan pada sembilan kabupaten/kota lainnya. Saya yakin Morotai dengan segala keunggulannya yang telah menjadi perhatian Pemerintah Pusat akan segera berkembang sebagaimana diharapkan," tandasnya.(udy/kai)