Dewan Guru SMAN 2 Ternate Boikot Belajar-Mengajar

  • Tuesday, Oct 10 2017
NEGOSIASI: Kadikbud Imran Yakub (tengah) saat berkoordinasi dengan dewan guru SMA 2 untuk menghentikan aksi mogok kemarin (9/10) NEGOSIASI: Kadikbud Imran Yakub (tengah) saat berkoordinasi dengan dewan guru SMA 2 untuk menghentikan aksi mogok kemarin (9/10)

TERNATE – Baru menjabat kepala sekolah (Kepsek) SMA Negeri 2 Kota Ternate sembilan bulan,  posisi Zainudin MS Idris digoyang. Senin (9/10) kemarin, dewan guru dan staf tata laksana SMAN 2 Ternate menggelar aksi protes terhadap kepemimpinan Zainuddin.
"Dia (Zainuddin, red) tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai manajer sekolah. Pengelolaan keuangan sekolah dana BOS dua triwulan kurang lebih Rp800 juta tidak jelas penggunaannya maupun dana komite sekolah juga tidak transparan," protes koordinator aksi Muhlis Mukaram didampingi Basir Umahuk saat bertandang ke Malut Post kemarin (9/10). Selain itu, kebijakan Zainuddin mengangkat wakasek  kurikulum dan kesiswaan di bawah standar, masih muda dalam usia dan masa dinas sehingga membuat sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Selain itu, Zainuddin juga memberi kewenangan  kepada wakasek kesiswaan menerima siswa baru dan siswa pindahan tanpa memperhatikan daya dukung sarana dan prasarana. “Kepsek juga jarang di sekolah. Dari rentetan persoalan ini, dewan guru telah menyatakan sikap tidak akan mengajar alias mogok mengajar mulai Senin (9/10) kemarin sampai dengan Zainuddin diganti. “Kami mohon gubernur dan pihak terkait untuk segera menindaklanjuti permintaan kami ini agar tidak merugikan siswa dan orang tua berkepenjangan. Namun, aksi dewan guru tersebut dapat dimediasi oleh Kadikbud Imran Jakub yang hadir di tengah-tengah aksi tersebut. “Kadis akan membentuk tim investigasi untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang dituntut dewan guru,” kata Basir Umahuk, mengutip pernyataan Imran seraya mengatakan dewan guru telah memberi deadline seminggu hari kerja. “Kadis bilang, masalah pergantian pimpinan akan dievaluasi dan tentunya akan berkoordinasi dengan pihak berkompeten yakni gubernur,” tutup Basir. Sementara, Imran Jakub ketika dikonfirmasi melalui telepon di tidak ada jawaban di luar jangkauan. (wat)