TERNATE – Kepolisian Daerah (Polda) Malut berencana membentuk satuan tugas (Satgas) penindakan penggunaan bahan mercury di setiap perusahaan pertambangan di Malut. Langkah Polda Malut ini menindaklanjuti perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Perintah Kapolri itu berlaku di seluruh Polda di Indonesia. Pasalnya, mercury dianggap sangat berbahaya kalau digunakan perusahaan pertambangan.
Polda Malut sendiri sejauh ini telah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk ditindaklanjuti ke setiap perusahaan pertambangan. Karo Ops Polda Malut, Kombes (Pol) Juwari mengatakan berdasarkan perintah Kapolri tersebut, Polda Malut harus membentuk Satgas penghapusan atau pelarangan penggunaan mercury. ”Tadi (kemarin) kami sudah rapat dengan dinas ESDM, lingkungan hidup, Dinas Kehutanan, Dinas Perhubungan, dan Disperindag. Rencananya akan ada pelibatan personel di masing-masing instansi,” kata Juwari, kemarin (31/10).
Menurutnya, langkah pertama yang akan dilakukan adalah sosialisasi kepada seluruh perusahaan pertambangan baik illegal maupun legal, kemudian langkah pencegahan. ”Dan yang terakhir adalah akan dievaluasi, mudah-mudahan tidak ada yang sampai ditertibkan,” tuturnya sembari mengatakan pihaknya juga akan menyiapkan tim represif secara terpadu untuk melakukan operasi terhadap penggunaan mercury di seluruh perusahaan pertambangan.
Dikatakannya, sampai saat ini sudah dideteksi ada beberapa perusahaan yang sudah menggunakan bahan non mercury. Namun sebagian besarnya masih menggunakan mercury. Disentil apakah pihaknya akan mengambil tindakan tegas kepada perusahaan yang tidak menghiraukan instruksi tersebut, dirinya menegaskan apabila setelah dilakukan tahapan sosialisasi dan pencegahan. ”Apabila kedua tahapan ini sudah selesai dan masih ada yang bandel, tetap diambil tindakan tegas. Semoga saja tidak terlalu pelik,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, kata Juwari, akan dilakukan tahapan awal dengan melibatkan tim gabungan. ”Pertengahan November 2017 ini sudah jalan, untuk itu kami mengimbau dengan rencanannya digelar operasi penghentian penggunaan mercury ini pihak pertambangan agar segera sadar diri dan paham untuk tidak menggunakan bahan mercury lagi,” tutupnya.(tr-03/lex)