Farida Djama Farida Djama

SOFIFI-Komisi IV DPRD Provinsi meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mengembalikan atau deportasi 33 tenaga kerja Manado yang didatangkan perusahaan PT. Tri Mega Bangun Persada. "Kalau perusahaan mendatangkan tenaga kerja tanpa dilengkapi dokumen, dideportasi saja, biar perusahaan juga hati-hati dalam mendatangkan tenaga kerja," tegas ketua Komisi IV Farida Djama, kepada Malut Post Selasa (31/10).
Menurut politisi Golkar ini bahwa menjamurnya tenaga kerja dari luar daerah ini, menunjukkan bahwa pemerintah gagal menciptakan tenaga kerja local yang siap. Pemerintah melalui Disnakertrans membuat pelatihan tenaga skil, bagi putra daerah, sehingga ketika perusahaan butuh tidak perlu lagi diambil dari luar daerah. "Disnakertrans tentu punya catatan tenaga apa saja yang dibutuhkan perusahaan, kebutuhan itu segera dijawab melalui program pelatihan. Sehingga bisa terukur dalam satu tahun berapa tenaga kerja yang bisa diserap masuk ke perusahaan," ungkapnya.
Dia mengatakan, Pemprov harusnya menangkap peluang dengan dibangunya smelter pada beberapa perusahaan tambang, tentu akan menampung banyak tenag kerja. Jika itu bisa dilakukan, maka akan menekan jumlah pengangguran didaerah. "Bayangkan saja, tenaga kerja dari luar Malut yang ditampung perusahaan sebanyak 21.717 orang, kalau itu semuanya dari daerah, maka pengangguran Malut bisa abis. Peluang ini mestinya dibaca dan diarahkan programnya, jangan membuat program yang tidak bermanfaat dan dampaknya tidak terukur," tuturnya
Dia mengaku, jika dalam satu tahun tenaga kerja yang diberikan pelatihan 500 orang, maka dalam hitungan tiga sampai empat tahun, pengangguran berkurang drastis. "Skil ini hanya butuh latihan, sebab mereka mengoperasikan alat berat. Masa hanya melatih mereka membawa alat berat tidak bisa dilakukan? Gubernur harus memahami masalah ini dan memprogramkan untuk kepentingan masyarakat lokal. Kalau tidak, maka masyarakat pasti akan tetap jadi penonton, sebab lamaran yang dimasukan sudah tentu tidak akan diterima kalau tiak punya skil,"tukasnya.(udy)