PEMBUNUHAN: Dua pelaku kasus pembunuhan saat digiring ke Polres Halut. PEMBUNUHAN: Dua pelaku kasus pembunuhan saat digiring ke Polres Halut.

Selasa (9/5) lalu, warga Gosoma, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara (Halut), digegerkan dengan penemuan mayat di dekat desa mereka sekira pukul 4 sore. Mayat laki-laki yang sudah membusuk itu ditemukan warga di kebun, sekitar 30 meter dari pemukiman. Saat ditemukan, mayat tersebut dalam hanya mengenakan kaos berwarna hijau tanpa celana.
Mayat yang awalnya tak diketahui identitasnya itu pertama kali ditemukan Selwina Kedi, 45, dan Jois Sarifu, 47. Saat itu, keduanya tengah menuju ke kebun. Tak disangka, tercium bau busuk yang menyengat di areal kebun tersebut. Rupanya, di kebun tersebut tergeletak sesosok mayat dalam kondisi mengenaskan. Mayat tersebut diletakkan begitu saja di semak-semak.
Selwina dan Jois pun langsung melaporkan temuan tersebut pada warga Gosoma. Laporan itu lantas diteruskan ke petugas kepolisian yang kemudian menurunkan personelnya.
Kondisi mayat yang sudah membusuk membuat warga sulit mengenalinya. Di tubuh korban juga tak ada kartu identitas apapun. Jenazah pun langsung dibawa ke Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Tobelo untuk diidentifikasi. ”Identitasnya tidak diketahui, karena celananya juga sudah tidak ada, sehingga tidak ada kartu identitas,” ungkap Babinkamtibmas Gamsungi Bripka Asri yang berada di TKP.
Identitas mayat tersebut baru diketahui setelah polisi menyebarluaskan informasi temuan mayat ke warga sekitar. Saat sejumlah tukang bentor asal Buton datang ke RSUD, salah satunya langsung mengenali jenazah tersebut sebagai adiknya. Udin, tukang bentor yang berdomisili di Gosoma, menyatakan korban adalah adiknya, Arif Supriyanto, 20, yang juga tinggal di belakang Wisma Mulia Gosoma. ”Iya, setelah saya cek, ternyata adik saya. Karena sudah tiga hari tidak ada di rumah, sejak Sabtu lalu,” tuturnya saat ditemui Malut Post di RSUD.
Usai melihat kondisi jenazah adiknya, Udin meyakini korban tewas akibat dianiaya. Bekas penganiayaan terutama terlihat di kepalanya. Karena itu, ia mendesak agar kasus tersebut diproses secara hukum. ”Adik saya ini tewas karena dianiaya,” katanya.
Sementara Kapolres Halut AKBP Ivan Indarta melalui Kabag Humasnya Aiptu Rizal Ibrahim dalam konferensi pers menyatakan korban tewas itu ditemukan warga Gosoma saat pergi ke kebun. Saat ini, polisi tengah melakukan identifikasi lantaran kondisi korban yang telah membusuk. ”Polisi dalam tahap identifikasi korban hingga penyelidikan, karena itu motifnya belum dapat disimpulkan,” jelas Rizal.

Pelaku Ditangkap
Polisi akhirnya menciduk pelaku pembunuhan Arif Supriyanto, 20, tukang bentor yang ditemukan tak bernyawa di Gosoma, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara. Tak butuh waktu lama, pelaku berjumlah dua orang itu ditangkap dini hari (10/5) lalu usai mayat Arif ditemukan sore sebelumnya. Kedua pelaku pembunuhan tukang bentor asal Buton itu ditangkap di rumah mereka.
Awal penangkapan bermula setelah polisi mengantongi identitas korban. Penyidik Polres Halut lalu melakukan pengembangan dan menanyai sejumlah saksi, diantaranya pemilik dan resepsionis Wisma Mulia –tempat korban sering mangkal, teman dekat korban, dan teman seprofesinya. Penelusuran tersebut mengungkapkan adanya seorang pemuda yang menitipkan kunci bentor milik korban pada rekannya.
Berbekal keterangan itu, polisi melanjutkan penyidikan dan berhasil menangkap Yandris Banohi, 21, dan Yosua Disin, 30, di Desa Rawajaya, Tobelo, pukul 3 pagi. Keduanya diduga kuat melakukan penganiayaan yang berujung pada kematian korban.
Saat diinterogasi, kedua pria yang masih sepupuan ini mengakui perbuatan mereka. Di hadapan polisi, Yandris dan Yosua mengaku pada Sabtu (6/5) malam lalu keduanya berniat mencuri uang milik korban. Dua pria asal Pulau Morotai itu lantas menumpangi bentor milik korban dari Rawajaya ke Gosoma. Sesampainya di belakang Gosoma, keduanya mengarahkan korban ke salah satu rumah dengan alasan hendak mengambil uang. Namun 30 meter dari pemukiman warga, korban lalu dianiaya hingga tewas.
Kedua pelaku pun mengambil uang korban sebesar Rp 235 ribu dan satu ponsel Nokia. Anehnya, sandal dan celana korban pun diambil. ”Memang niat malam itu hanya mencuri uang tukang bentor. Tidak ada niat sampai tukang bentor meninggal dunia,” aku kedua pelaku.
Sementara itu, ratusan tukang bentor sempat memadati RSUD Tobelo untuk membawa pulang jenazah korban. Rekan seprofesi dan keluarga korban juga berniat membongkar rumah pelaku di Rawajaya. Beruntung, polisi cepat mengamankan tempat tersebut.
Kasat Reskrim Polres Halut AKP Yanto Slamet dalam keterangan persnya mengatakan, kedua pelaku tengah ditahan di Mapolres Halut. Polisi sendiri masih terus mengembangkan kasus ini untuk mencari kemungkinan pelaku lain. ”Kedua pelaku kakak beradik yang ditangkap ini dikenai pasal berlapis pasal 365 KUHP Pencurian dan Pembunuhan dengan ancaman 20 tahun penjara,” jelas Yanto.(*)