PEMBUNUH BAYARAN: Tiga pelaku pembunuh bayaran (tutup wajah) saat diamankan personel Polres Halsel. PEMBUNUH BAYARAN: Tiga pelaku pembunuh bayaran (tutup wajah) saat diamankan personel Polres Halsel.

Beberapa bulan terakhir ini banyak insiden sadis terjadi di Maluku Utara (Malut). Dua pekan terakhir, masyarakat Malut disuguhi sejumlah kejadian di Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dan Kabupaten Halmahera Utara (Halut).
Warga Ternate tentu tahu salah satu peristiwa di luar akal sehat manusia beberapa hari lalu di salah satu Kelurahan Kecamatan Kota Ternate, di mana seorang ayah tega mengauli anak kandungnya selama lima tahun. Ayah bejat itu kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Yang terjadi di Kabupaten Halsel juga terbilang di luar dugaan. Betapa tidak, kabupaten penghasil Batu Bacan itu telah dihuni gerombolan pembunuh bayaran. Satu pekan lalu personel Polres Halsel baru berhasil menangkap tiga pelaku. Tiga pelaku ini menggunakan senjata api saat mengeksekusi targetnya. Ketiganya telah menembak salah satu warga Babang, Kecamatan Bacan Timur, akhir tahun 2016 lalu. Tiga pelaku yang sudah ditangkap itu berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara.
Setelah menembak seorang warga Babang, ketiganya mendapat orderan baru. Targetnya mereka itu sementara mendiami Pulau Kasiruta. Beruntung, sebelumnya ketiganya berhasil mengeksekusi target berikutnya tersebut, sudah berhasil ditangkap. Ketiganya sementara ditahan di Mapolres Halsel. Hasil penyelidikan polisi menyebutkan, motif si penyuruh adalah dendam. Sedangkan orderan kedua, belum diungkap. Selain tiga orang ini, bukan tidak mungkin masih ada pelaku lain yang sementara bergerak bebas di Halsel.
Sementara tiga hari lalu, pembunuhan sadis terjadi di Halut. Dua kakak beradik nekat membunuh seorang warga, karena keduanya diketahui saat melancarkan aksi pencurian. Dua pelaku ini sudah ditangkap dan menjalani proses hukum.
Tiga peristiwa ini hanya sample dari sejumlah kejadian yang terjadi di Malut beberapa tahun terakhir ini. Peristiwa sadis ini tentu saja menciptakan situasi tidak aman dan nyaman di tengah masyarakat. Ini bisa terjadi kalau pelakunya tidak dihukum berat. Setidaknya, pelaku kriminalitas harus dibuat kapok, sehingga ia sudah tidak berani melakukan hal yang sama usai bebas dari penjara.
Masih banyak insiden yang pelakunya belum berhasil ditangkap. Di Halsel, sejumlah kasus pembunuhan yang terjadi beberapa tahun terakhir, belum mampu diungkap polisi.
Kalau pelaku kriminalitas tidak berhasil ditangkap dan dihukum ringan, daerah ini akan menjadi tempat para pelaku kriminalitas. Betapa tidak, karena mereka merasa aparat penegak hukum yang bertugas di Malut, tidak selihai seperti aparat di provinsi lain.
Untuk menekan atau membasmi kriminalitas di daerah ini, tentu menjadi tanggung jawab semua pihak. Tapi, sebagai Negara hukum, tentu menjadi tanggung jawab penuh aparat. Sehingga itu, aparat harus menjalankan tugasnya, meski sesulit apapun. Karena keberhasilan aparat dalam menjalankan tugas, tentu saja untuk menciptakan kedamaian di tengah masyarakat.(*)