TEROBOSAN: Suasana diskusi di ruangan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian. TEROBOSAN: Suasana diskusi di ruangan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian.

Smart City sebagai sebuah konsep pengelolaan suatu kata yang bertumpu pada pemanfaatan TIK mencakup konsep sensing (mendeteksi) understanding (memahami), dan acting (melakukan aksi) terhadap kehidupan di suatu wilayah pemerintahan, kebijakan, orang dan semua yang terlibat di dalamnya secara saling terkait Dengan konsep smartcity ini merupakan saat yang tepat bagi pemerintah kota maupun kabupaten untuk mulai mengadopsi dan meningkatkan inovasi-inovasi dalam bidang TIK untuk meningkatkan taraf layanan yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan pengukuran tingkat kematangan Smart City dilakukan sebuah studi untuk menilai kesiapan dari Kota terhadap implementasi dari konsep Smart City. Pengukuran ini merupakan suatu alat bantu untuk melakukan evaluasi terhadap aktivitas yang ada di kota. Sebagai metodologi studi dan penelitian digunakan smartlsland City Model. Beberapa hal yang dapat diperoleh dari hasil pengukuran ini seperti: Pengukuran dapat dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan untuk Kota itu sendiri maupun sebagai contoh bagi kota/kabupaten lain, sebagai alat komunikasi dari pemerintah kepada masyarakat terkait performa dan kinerja pemerintah kota/kabupaten, dan merupakan alat Bantu bagi pemangku kepentingan di Kota/Kabupaten dalam bertindak dan mengambil keputusan.
Kota Ternate sebagai salah satu kota terbesar di Provinsi Maluku Utara memiliki ciri khas dan karekter sebagai kota pantai dan kota kepulauan (Water Front City), yang mempunyai potensi-potensi sumber daya yang dimiliki menjadikan posisinya menjadi penting dan khusus pula di Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan pemahaman tersebut, sangatlah rasional akan diperlukan langkah dan tindakan pemantapan (Reorientasi, Refungsionalisasi, Restrukturisasi, Revitalisasi, dan Reaktualisasi) pembangunan yang harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah Kota Ternate dan partisipasi aktif masyarakatnya serta didukung secara politis oleh pihak legislatif Dengan demikian pemantapan pembangunan ke depan memerlukan upaya-upaya yang lebih inovatif cerdas dan terarah, namun tetap ramah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan guna tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Populasi penduduk Kota Ternate yang terus mengalami peningkatan menimbulkan beberapa permasalahan misalnya ancaman keamanan, persampahan, pengangguran, kemacetan, pemukiman serta masalah lainnya yang harus dicarikan solusinya. Kota Ternate juga mempunyai tantangan yang harus dihadapi misalnya penyediaan energiair bersih, penyediaan rumah tinggal yang layak, serta pertumbuhan jumlah penduduk. Sehingga permasalahan dan tantangan tersebut harus dicarikan solusinya agar Kota Ternate menjadi sebuah kota yang layak huni dan manusiawi serta memberi pelayanan yang optimal kepada warganya.
Posisi strategis Kota Ternate menuntut Pemerintah dan Masyarakat harus memiliki pola pikir dan pola tindak yang "smart" sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup. Performa layanan tidak hanya didukung dan bergantung pada infrastruktur dasar hardinfrastructure akan tetapi harus didukung pula dengam ketersediaan peningkatan infrastruktur sosial dan komunikasi. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan modal dasar sebuah perkotaan dalam mewujudkan sebuah smartcity smartcity dapat diwujudkan dengan dukungan jaringan nirkabel maupun serat optik untuk memudahkan aksesibilitas ke beberapa titik parameter yang diinginkan untuk diukur sehingga diperoleh data-data dan informasi yang diinginkan secara real time. Sebagai contoh, masyarakat dapat memonitor untuk mengoptimalkan fungsi pelayanan persampahan saluran air dan peneranganumum. Kebocoran air lebih mudah dideteksi, informasi tempat sampah yang hampir penuh, kondisi lalu lintas dapat dipantau dengan mengendalikan lampu lalu lintas secara dinamis untuk mengatur arus lalu lintas. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk memberikan informasi pelayanan pengurusan perijinan usaha sehingga memudahkan investor untuk menanam modalnya di Ternate, oleh karena itu sesuai dengan karakteristik Kota Ternate sebagai kota kepulauan maka dipakai model konsep smart Island, dioptimalisasi pelayanan kepada masyarakat yang berada di luar wilayah ibukota Ternate (Pulau Moti, Hiri dan Batang Dua) dapat terlaksana dengan memudahkan rentang kendali pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ini.(*)

Implementasi Konsep Smart Island//sub

Untuk mewujudkan Kota Ternate sebagai smartlsland. Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian memiliki peran strategis dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untukmeningkatkan pelayanan publik dan optimalisasi bisnis proses penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Beberapa program yang saat ini ini dilakukan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian untuk optimalisasi penggunaak teknologi informasi yang tertuang dalam RENSTRA SKPD salah satunya adalah Ternate Smart Island Command Center.

Ternate smart Island Command Center (TSI cc)
       Ternate smart Island Command Center berfungsi sebagai pusat pengelolaan data untuk menajemen kota, pusat control dan integrasi data/informasi kota sehingga diperoleh data lengkap yang mampu memberikan informasi penting yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Pada tahap awal TSI cc dibangun dengan tujuan menjembatani antar pemerintah Kota Ternate dengan Masyarakat melalui aplikasi yang dibangun yang bersifat interaktif. Aplikasi yang dibangun adalah:

sistim informasi Pengaduan Pelayanan Publik (si APIK) sistim ini adalah aplikasi pelaporan elektronik (e-lapor) berbasis android dan web dengan Modul Aplikasi disisi pengguna user masyarakat pelapor meliputi pencatatan, menginformasikan melaporkan dan mengirimkan notifikasi penyelesaian permasalahan mengenai: Sampah, Kecelakaan, Kemacetan, Bencana Alam (earlywarning), Infrastruktur Rusak, Kriminalitas (panicbutton), Sistem Antrian Pelayanan Online(*)

Aplikasi Dashboardcommandcentern Untuk mengontrol laporan pengaduan masyarakat yang masuk maka perlu dibangun aplikasi yang mengatur atau memanajemen laporan pengaduan masyarakat, agar laporan yang bersifat palsu atau hoax dapat di hindari Modul Aplikasi pada dashboard commandcenter meliputi:
Menerima laporan pengaduan dari masyarakat di lapangan secara real time disertai foto, Mengirimkan laporan tentang permasalahan dilapangan secara real rime kepada instansi/SKPD terkait disertai foto laporan aduan. Menerima hasil tap tindak lanjut yang telah dilaksanakan oleh SKPD terkait yang disertai dengan foto hasil pekerjaan dan dilaporkan kembali kepada user/pelapor.
Merekam semua kejadian atau laporan dari masyarakat dan merekap semua laporan hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh SKPD terkait dan dijadikan sebagai laporan mingguan untuk menjadi dasar evaluasi pelayanan public, Memantau informasi terkini di lokasi (CCTV dalam pengembangan) Melaporkan berita terkini yang berhubungan dengan kegiatan atau agenda dari pemerintah Kota Ternate (pengembangan) Aplikasi ReportResponsive Sistem aplikasi ini dibangun untuk digunakan oleh SKPD sebagai jembatan komunikasi antara commandcenter, pelapor, dan SKPD Modul Aplikasi ReportResponsive meliputi Menerima laporan pengaduan yang diteruskan oleh commandcenter (dashboard) Melaporkan hasil pekerjaan kepada commandcenter disertai dengan foto, secara real time.

Internet untuk Rakyat (IKRA)
        Sebagai bagian dari penunjang program smartisland, Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian membangun beberapa spotwifi yang dapat diakses gratis oleh masyarakat, melalui program Internet Untuk Rakyat (IKRA). Program ini diwujudkan semata-mata untuk memberikan layanan internet gratis bagi masyarakat untuk menunjang dan mengakses aplikasi yang telah dibuat oleh pemerintah Kota Ternate. Kedepannya luasan jaringan atau spotwifi gratis akan ditingkatkan sampai pada wilayah yang berada di luar Pulau Ternate, yaitu Pulau Moti, Hiri dan Batang Dua.
Diharapkan kajian ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi pihak-pihak yang ingin memajukan kinerja pemerintah Kota Ternate melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan mewujudkan konsep Smart City di Pemerintahan Kota Ternate sebagai wujud Peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kota Ternate.(*)