BURUKNYA PEMBANGUNAN: Kondisi jalan di Maluku Utara. Ruas jalan ini terdapat di Kabupaten Halmahera Tengah. BURUKNYA PEMBANGUNAN: Kondisi jalan di Maluku Utara. Ruas jalan ini terdapat di Kabupaten Halmahera Tengah.

Harapan besar masyarakat agar pembangunan di Maluku Utara (Malut) tumbuh dengan baik, seperti jauh panggang dari api. Tata kelola pemerintah dan tata kelola keuangan di Pemprov Malut dan Pemkab/Pemkot, masih jauh dari harapan.
Akibatnya, pembangunan fisik dan non fisik, bisa disebut timpang. Tidak bisa heran, ketika pelayanan kesehatan di daerah ini masih memunculkan keluhan. Fasilitas pendidikan, mutu tenaga didik dana sistem pendidikan, juga tidak amat baik. Bayangkan saja, dari ribuan guru di daerah, di masing-masing kabupaten/kota, hanya terdapat sebagian guru yang sudah tersertifikasi. Akibatnya mutu pendidikan kita masih jongkok.
Koordinasi sesama kepala daerah, tampak tidak jalan. Bahkan, hubungan beberapa kepala daerah kelihatan tidak harmonis. Selain itu, hubungan kepala daerah/wakil kepala daerah dengan pimpinan SKPD, juga begitu. Kalau seperti wajah birokrasi kita, bagaimana mungkin pembangunan berjalan baik.
Saling singgung dan sikut di internal pemerintahan seakan menjadi tradisi di daerah ini. Kepala kepala daerah atau wakil kepala daerah marah-marah di depan umum karena tingkah bawahannya, terbilang sudah manjadi biasa-biasa saja.
Jelang pemilihan gubernur (pilgub) tahun 2018 nanti, mulai kelihatan para kepala daerah turun gunung. Mereka menampakkan sikap baru kepada masyarakat, dengan tujuan menarik simpati. Tentu saja sikap baik kepala daerah belakangan ini ada hubungannya dengan pilgub nanti.
Masyarakat berharap seorang kepala daerah membangun dengan ikhlas, bukan demi pribadi dan kelompok yang tujuan akhirnya adalah politik. Kalau ini masih mendominasi otak dan hati petinggi di daerah, maka sampai kapanpun Malut tetap berada di urutan terakhir.(*)