Jenazah korban saat dievakuasi Tim SAR Malut Jenazah korban saat dievakuasi Tim SAR Malut

TERNATE – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga di perairan Desa Hatejawa, Kayoa Barat, Halmahera Selatan (Halsel), kemarin (11/1). Saat ditemukan, mayat tersebut tidak memakai baju dan hanya mengenakan celana pendek cokelat bercorak batik. Mayat yang kemudian dibawa ke Ternate itu hingga kini masih tak diketahui identitasnya dan masih ditandai sebagai Mr X.
Berdasarkan informasi yang dirilis Badan SAR Nasional (Basarnas) Maluku Utara (Malut), mayat tersebut ditemukan Amran H Sukur, 32, warga Hatejawa, sekira pukul 11.00 kemarin. Saat ditemukan, mayat misterius itu berada di samping sebuah katinting (perahu bermesin tempel, Red) bermesin 13 PK model pumpboat Filipina. Perahu tersebut bercat biru pada bagian bawah dan kuning pada bagian atasnya.
Mayat itu sendiri ditemukan dalam kondisi terlilit dengan tali pancing. Jarak tempat penemuan mayat dengan daratan tak begitu jauh. Informasi temuan mayat tersebut lantas diteruskan warga pada tim Basarnas yang saat itu berada di Kecamatan Moti, Ternate.
Pihak Basarnas yang dipimpin Marjuan Doa kemudian meluncur ke lokasi penemuan mayat. Basarnas juga menghubungi nahkoda KM Matotora 01 yang sebelumnya melaporkan telah kehilangan dua anak buah kapal (ABK)-nya pada 9 Januari lalu.
Tim basarnas yang tiba di Desa Hatejawa sekira pukul 15.00 lantas mengeksekusi mayat tersebut ke Ternate agar dapat diidentifikasi Alfian, nahkoda Matotora 01. Setibanya di Ternate pukul 22.40 malam tadi, mayat tersebut kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Chasan Boesoirie. Tak lama, Alfian tiba di kamar jenazah untuk mengidentifikasi mayat tersebut. Usai melihat mayat, ia menyatakan mayat tersebut bukanlah anak buahnya yang hilang dua hari lalu. ”Setelah kapten KM Matorora 01 melihat jenazah tersebut, dipastikan bahwa mayat tersebut bukan salah satu dari dua ABK-nya yang hilang,” tutur Kepala Basarnas Malut Mustari. Sementara pihak Basarnas sendiri sejauh ini belum mengetahui identitas mayat tersebut.
Sebelumnya, nahkoda KM Matorora 01 melaporkan ke pihak Basarnas bahwa dua ABK-nya hilang saat memancing ikan tuna di perairan Pulau Makian Halsel. Keduanya disebut bertolak dari KM Matotora yang berlabuh di perairan Pulau Makian sekira pukul 04.00 dini hari. Para kru kapal memang berpencar menggunakan beberapa unit pumpboat untuk memancing ikan.
Namun hingga sore, dua ABK tersebut yakni Roni Sawori, 40, dan Lio Daling, 46, tak kunjung kembali dari spot memancingnya. Alfian kemudian menghubungi pihak Basarnas yang langsung melakukan pencarian. Sayangnya, hingga hari ketiga, dua nelayan tersebut belum juga ditemukan.(mg-03/kai)