DITAHAN: Tersangka MJ ditahan di Rutan Ternate DITAHAN: Tersangka MJ ditahan di Rutan Ternate

TIDORE-Kepolisian Resort (Polres) Kota  Tidore Kepulauan (Tikep) resmi menetapkan Mursad Hi. Jafar (MJ) sebagai tersangka  pembunuhan Afivah Arachman.   Ini setelah  pemuda 20 tahun itu mengakui perbuatannya dan penyidik menemukan dua barang bukti  yang  meyakinkan.
Penetapan Mursad sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan sadis terhadap  bidan cantik itu disampaikan Kapolres Tikep AKBP Azhari Juanda S.I.K saat konferensi pers di Mapolres , Rabu (19/4). “Tadi malam (Selasa malam, red), kami  sudah melakukan gelar perkara dan menetapkan MJ sebagai tersangka,” jelas Kapolres.
    Kapolres mengatakan hasil pemeriksaan terhadap pelaku mengarah pada  pembunuhan berencana. “Dan sejauh ini pelakunya masih tunggal. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka,” terang Kapolres. Kapolres menerangkan penyidik juga sudah mengantongi dua barang bukti berupa handphone (HP)   Apple  iPhone 6 milik korban dan gunting seng.  HP milik korban ditemukan di tangan tersangka saat penangkapan tersangka di rumah orang tuanya, Desa Labuha Halmahera Selatan (Halsel), Senin (17/4) lalu. Sementara gunting seng ditemukan polisi saat penggeledahan di rumah yang menjadi tempat tinggal pelaku di Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur Kota Tikep, Selasa (18/4).  Menurut Kapolres, gunting seng tersebut digunakan pelaku untuk memotong tali jemuran yang kemudian dipakai menjerat korban.  Gunting seng itu juga dipakai pelaku untuk memotong pintu seng di belakang Puskesmas Pembantu (Pustu) Dowora.
Namun  untuk memastikan peristiwa pembunuhan tersebut, lanjut Kapolres, pihaknya akan segera melakukan rekonstruksi atau reka ulang di tempat kejadian perkara (TKP). Hanya polisi  belum memastikan kapan pelaksanaan reka ulang kasus pembunuhan tersebut. “Saya ingin secepatnya dilaksanakan rekonstruksi, karena kami juga tidak ingin berlarut-larut,” kata Azhari.
Azhari  menuturkan reka ulang nanti akan dilakukan di bawah pengamanan yang  ekstra ketat. “Berapa jumlah personel yang turun mengamankan  rekonstruksi nanti tergantung hasil analisis intelijen di lapangan,” ujarnya.
Kapolres kembali mengimbau masyarakat agar mendukung penuh pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut. “Kami berharap jangan ada yang melakukan tindakan main hakim sendiri. Kalau main hakim sendiri  akan muncul masalah baru dan kembali berhadapan dengan hukum,” imbau Azhari sembari memastikan polisi bekerja secara profesional dalam mengungkap kasus ini.
Sementara rencana Polda menyerahkan tersangka ke Polres Tikep kemarin tertunda.  Polisi mengaku Musrad belum dibawa ke Tikep karena pertimbangan keamanan.
Musrad sendiri kemarin dipindahkan dari sel tahan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda ke Rumah Tahanan Negara Rutan  (Rutan)  Kelas IIB Ternate.  Dia dititipkan sementara di Rutan sambil menunggu kondisi  aman di Tikep mengingat kasus pembunuhan tersebut benar-benar   memantik emosi warga setempat, terutama keluarga korban dari Desa Maregam Tidore Selatan.

“Tersangka masih di tahan di Rutan Ternate, karena situasi keamanan di  Tidore masih belum stabil,”  kata Juru Bicara Polda Malut, AKBP Hendry Badar saat dihubungi Malut Post, kemarin.  Sebelum dibawa ke  Rutan, lanjut Hendry,  pelaku diperiksa kesehatannya di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polres Ternate sekitar pukul 15.00 WIT. Namun tak lama di RS,  tersangka  langsung dibawa ke Rutan Kelas IIB Ternate. “Tadi (kemarin,red) tersangka sempat diperiksa kesehatannya sebelum dibawa ke Rutan dan hasilnya kondisi kesehatannya masih bagus,”  kata Hendry.

  Pria yang menjabat Kepala Bidang Humas Polda Malut itu mengatakan tersangka akan dibawa ke Polres Tikep apabila situasi mulai kondusif. “Dan situasi di Tikep itu selalu di-update oleh Kapolres,” ujarnya.
Sebelumnya, Musrad menjalani pemeriksaan oleh penyidik Reskrim Polres Tikep di kantor Ditreskrimum Polda pada Rabu (19/4) dini hari. Tersangka diperiksa sekitar 2 jam oleh penyidik. “Tadi malam dia diperiksa juga oleh penyidik Polres Tikep sekitar pukul 3 pagi hingga 5 pagi,” ungkap Hendry.

Aksi Warga
        Sementara  warga Desa Maregam berencana menggelar aksi damai, Kamis (20/4)  hari ini. Massa aksi yang menamakan diri 'Solidaritas Maregam Bersatu' itu sesuai rencana  melakukan orasi di Polres dan  Kantor Wali Kota Tikep.  Aksi damai sebagai bentuk dukungan moril kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut secara terang dan sejelas-jelasnya. Hal ini disampaikan salah satu warga Maregam, Hatta Hamja (29).  Namun di sisi lain, keluarga korban menduga  pelaku lebih dari satu. Kendati sejauh ini hanya ada satu pelaku tunggal, keluarga korban merasa belum  yakin. Hatta yang juga sepupu korban menyatakan pihak keluarga belum yakin sepenuhnya jika hanya 1 pelaku pembunuhan."Kami meyakini  pembunuh lebih dari satu orang," kata Hatta.   Dia menjamin
Keluarga korban  tidak akan mengganggu jalannya proses rekonstruksi yang direncanakan pihak kepolisian ." Kita serahkan semua ke polisi.  Namun keluarga yakin pelaku lebih dari satu orang,”tandasnya.  “Kami selalu mengawal sejak dari olah TKP dan otopsi korban dan kami menduga pelaku lebih dari satu,” imbuhnya.  
Karena itu, Hatta atas nama keluarga meminta polisi tuntas mengungkap kasus ini. “Jika pelaku semua sudah ditangkap maka, pihak keluarga hanya diminta satu hal. Yakni  nyawa harus diganti dengan nyawa,” pungkas Hatta. (tr-04/far/fai)

kirim Komentar