LATIHAN PERANG: Gubernur AGK (ketiga dari kanan) berpose bersama sejumlah gubernur di KAL Sengiap dalam latihan perang para gubernur di Natuna LATIHAN PERANG: Gubernur AGK (ketiga dari kanan) berpose bersama sejumlah gubernur di KAL Sengiap dalam latihan perang para gubernur di Natuna

RANAI - Sebanyak 23 gubernur seluruh Indonesia, selama dua hari ini berada di Natuna, Kepri. Keberadaan mereka di Natuna dalam rangka silaturahmi Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Panglima TNI.
Ketua APPSI, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, kegiatan ini akan berefek kepada sesuatu yang sangat dalam bagi kepentingan dan tugas kenegaraan. Apapun aktivitas, semua muara tetap menjaga keutuhan negara. "Menjaga keutuhan itu tidak boleh hanya di pikiran, tapi harus di hati dan di batin kita," kata Gubernur Sulawesi Selatan ini.
Aktivitas ini juga, kata Syahrul, juga meyakinkan para gubernur begitu pentingnya menjaga negeri ini. Idealisme kenegaraan harus terus dikonsolidasikan. Syahrul juga menyebutakn kebersamaan antara semua pihak sangat penting. Karena dengan kebersamaan, kompleksitas bangsa yang besar ini bisa dijaga. "Para gubernur harus ada korsa untuk menghadapi tantangan terkini. Juga harus menjaga amanah yang diberikan, sekaligus menjaga rakyat dan melindungi rakyat," kata Syahrul.
Korsa adalah istilah militer untuk kesetiakawanan dan soliditas. Para gubernur tampak akrab dalam menjalani serangkaian "latihan perang" itu. Tampak kebersamaan terbangun di antara mereka. Apalagi ketika meneriakkan yel-yel penyemangat.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun selaku tuan rumah dalam acara itu. "Kita negara yang sangat besar. Dari Sabang sampai Merauke perlu kebersamaan untuk menjaga keutuhan negeri ini," kata Nurdin di sela-sela latihan menembak dalam rangkaian aktivitas para gubernur di Natuna sebagaimana dirilis Humas Pemprov Kepri.
Sebanyak 23 Gubernur hadir pada kegiatan tersebut, termasuk Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Mereka adalah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur Maluku Said Assagef, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Gubernur Sumut T Ery Nurradi, Gubernur Sultra Nur Alam.
Kemudian Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Gubernur Lampung Ridho Ficardo, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.
Hadir juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Kaltim Awang Faruk, Gubernur Sumsel Alex Nurdin, Gubernur Kaltara Irianro Lambrie, Gubernur Jambi Zumi Zola, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Gubernur Sulut Olly Dondonkambey serta Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sebagai tuan rumah.
Nurdin berterima kasih kepada TNI karena membawa langsung para gubernur untuk melihat perbatasan negeri ini di kawasan utara. Para gubernur memang mengikuti serangkaian latihan "perang", seperti menembak dan aktivitas TNI lainnya.
Pada sesi latihan menembak, Gubernur Malut mendapatkan nilai yang terlalu memuaskan. AGK hanya unggul dari Gubernur Maluku dan Bangka Belitung dengan total perolehan nilai 29. Sementara skor tertinggi diraih Gubernur Lampung yang mendapat skor nyaris sempurna, 99.
Jumat besok, mereka juga ikut menyaksikan latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) bersama Presiden Joko Widodo di Tanjungdatok. Sebelum ke Natuna, para Gubernur terlebih dahulu berkumpul di Jakarta, Kamis pagi.
Para Gubernur menjalani serangkaian kegiatan di Halim Perdana Kusuma. Dari Halim, rombongan terbang ke Natuna untuk serangkaian kegiatan TNI. Di Natuna, para Gubernur tidak didampingi ajudan dan protokoler.
Sekitar pukul 09.00 pesawat TNI AU bertolak dari Halim menuju Bandara Raden Sadjad, Ranai. Pada pukul 10.50, pesawat mendarat di bandara. Sebelum mendarat, dua pesawat tempur F-16 menjemput pesawat TNI AU membawa rombongan gubernur menuju Natuna. Beberapa menit sebelum mendarat di Pangkalan Udara Ranai, dua F-16 langsung take off dari Ranai melakukan penjemputan.
Setelah menjalankan serangkaian "latihan perang", para gubernur menginap di KRI. Mereka menginap tanpa didampingi ajudan atau protokol. Mereka pun hanya membawa satu tas ransel yang sudah disediakan, lengkap dengan pakaian hingga Jumat (19/5) petang untuk kembali lagi ke Jakarta.(trb/kai)