HILANG: Proses pencarian terhadap korban hilang di Air Terjun Sigela yang dilakukan warga setempat, Minggu (16/7).POLSEK OBA FOR MALUT POST HILANG: Proses pencarian terhadap korban hilang di Air Terjun Sigela yang dilakukan warga setempat, Minggu (16/7).POLSEK OBA FOR MALUT POST

TIDORE – Air Terjun Sigela (Atersi) di Desa Kayasa, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), memakan korban. Seorang pemuda dilaporkan hilang saat berada di lokasi wisata alam tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap warga Kayasa itu belum membuahkan hasil.
Musibah hilangnya pemuda bernama Indra Conoras, 21, itu terjadi Minggu (16/7) sore kemarin sekitar pukul 15.30 WIT. Indra awalnya datang ke Atersi bersama delapan rekannya untuk mandi-mandi. Sebelum peristiwa nahas itu, pegawai sebuah koperasi simpan pinjam tersebut sempat merekam keindahan Atersi dengan ponselnya. Saat itu air di Atersi mengalir cukup deras dan berwarna kecokelatan sehabis hujan.
Usai merekam, Indra sempat meletakkan ponselnya di atas batu. Namun kondisi batuan yang licin membuatnya tergelincir dan jatuh ke kolam air terjun. Sandi Parman dan Amin, rekan Indra, yang melihatnya jatuh langsung berteriak histeris. Teriakan ini membuat rekan-rekan mereka yang lain berlari menuju tempat kejadian yang jaraknya kurang lebih 20 meter. Begitu tiba di TKP, tubuh Indra tak kunjung muncul ke permukaan air. ”Kami sempat melakukan pencarian sebentar, tapi tidak berhasil ketemu,” ungkap Amin Lek dan Sandi, rekan Indra yang menjadi saksi mata.
Mereka pun menuju desa yang jaraknya mencapai 1,5 kilometer dari air terjun untuk meminta bantuan warga. Pihak Polsek Oba, Koramil, dan aparat desa serta kecamatan langsung turun melakukan pencarian. Hujan deras dan meluapnya Kali Sagela membuat pencarian ini menjadi semakin sulit. Apalagi hari mulai beranjak malam, upaya pencarian yang dipimpin Kpaolsek Oba IPTU Ambo Wellang ini pun terpaksa dihentikan sementara. Rencananya, pagi ini warga dan aparat akan kembali mencari korban.
Muhammad Nur, ayah korban yang baru tiba di desa Minggu (16/7) sore kemarin berharap anak pertamanya ini bisa ditemukan dengan selamat. Sementara Camat Oba Halid Tomaidi saat dikonfirmasi Malut Post malam tadi mengemukakan, pihaknya berharap ada bantuan dari Badan SAR Nasional (Basarnas). ”Karena kondisi Kali Sagela yang meluap dan deras saat musim hujan,” tuturnya.(far/kai)