MUSIBAH: Nursafa Suleman Gafur saat menjalani perawatan di RS King Fahd Madinah setelah ditabrak sebuah mobil. Nursafa saat ini masih dalam kondisi kritis/AMAR MANAF FOR MALUT POST MUSIBAH: Nursafa Suleman Gafur saat menjalani perawatan di RS King Fahd Madinah setelah ditabrak sebuah mobil. Nursafa saat ini masih dalam kondisi kritis/AMAR MANAF FOR MALUT POST

MADINAH – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Satu calon haji (calhaj) Maluku Utara mengalami kecelakaan lalu lintas. Nursafa Suleman Gafur, 53, calhaj asal Halmahera Selatan, ditabrak mobil dalam perjalanan menuju Masjid Nabawi. Saat itu, warga Desa Pelita, Kecamatan Mandioli Utara, tersebut hendak melaksanakan salat Arbain.
Musibah yang menimpa jamaah kelompok terbang (kloter) 11 itu terjadi Jumat (11/8) sekira pukul 3 dini hari Waktu Arab Saudi (WAS) atau jam 9 pagi WIT. Dari Hotel Marfa Al Burudzi tempat mereka menginap, jamaah kloter 11 menuju Nabawi melewati Jalan Malik Faisal Lingkar Markaziah. Jarak yang ditempuh kurang lebih 500 meter. Jalan tersebut merupakan jalur yang dilalui setiap saat, khususnya bagi jamaah kloter 11.
Sebelum kejadian, seluruh jamaah kloter 11 berbondong-bondong menuju Masjid Nabawi. Nursafa dan dua temannya setengah berlarian menuju masjid. Saat menyeberang jalan, tiba-tiba ada mobil yang melintas dan menyenggol Nursafa. Nursafa langsung terpelanting ke aspal. Kepalanya mengalami benturan keras. Kedua rekan Nursafa yang syok mengaku tidak bisa mengingat dengan betul dari mana datangnya mobil nahas tersebut.
Lakalantas itu menarik perhatian semua orang yang ada di sekitar lokasi kejadian. Nursafa langsung dilarikan ke Rumah Sakit Al-Ansar Madinah yang dekat dengan Nabawi. Namun perdarahan hebat yang dialaminya membuat ia harus dirujuk ke Rumah Sakit King Fahd. Ia harus segera dioperasi. ”Kondisi Ibu Nursafa kritis, tidak sadarkan diri setelah kejadian sampai saat ini belum siuman. Pihak keluarga setelah kejadian langsung dikabarkan melalui Kemenag Halsel. Pihak keluarga sangat terpukul, namun hanya bisa berdoa agar Ibu Nursafa tetap selamat," ungkap Kepala Bagian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Malut Amar Manaf, kemarin. Pelaku penabrakan sendiri dikabarkan telah ditangkap dan diamankan pihak otoritas setempat.
Meski kecelakaan tersebut membuat para jamaah berduka, kegiatan ibadah tetap harus dilanjutkan. Usai salat Arbain, jamaah kloter 11 mendapat bimbingan ibadah dari petugas kloter yang dipusatkan di pelataran Masjid Nabawi, di pintu 26. Materi bimbingan difokuskan pada pentingnya menjaga keselamatan diri selama berlangsungnya perjalanan ibadah. "Selain itu juga tentang persiapan umrah dan haji, terutama rukun haji," jelas Amar.
Pagi ini, jamaah kloter 10 dijadwalkan bertolak dari Madinah menuju Makkah dengan bis. Kloter 11 menyusul pada Minggu (13/8), disusul jamaah kloter 12 hari berikutnya. "Sementara dua jamaah yang sementara sakit, Hafsah Kamarullah, yang dirawat di Rumah Sakit King Fahd Madinah telah membaik dan dikembalikan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia. Sedangkan Safura Fokaaya asal Desa Fogi, Kepsul, saat ini masih dirawat di rumah sakit King Fahd," terang Amar.

Asing dengan Kota
     Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Halsel Husen Said meminta pendamping haji dan ketua rombongan agar memberikan arahan khusus bagi para calhaj. Hal ini guna menghindari terulangnya musibah lakalantas seperti yang menimpa Nursafa. ”Rata-rata jamaah Maluku Utara tidak terlalu terbiasa dengan kondisi kota yang banyak kendaraan dan kadang melaju dengan kecepatan tinggi. Ini yang harus jadi perhatian,” tuturnya dari Madinah, kemarin.
Husen menyatakan, peristiwa tersebut merupakan musibah dan ujian bagi seluruh jamaah maupun petugas. Namun petugas juga perlu memberikan arahan khusus atau aba-aba untuk mengarahkan jamaah saat hendak meninggalkan hotel. "Mungkin di saat manasik haji ini juga perlu disampaikan, agar kehati-hatian menjadi modal utama," katanya.
Sementara Kepala Kemenag Halsel Hasyim Hi Hamzah membenarkan kondisi Nursafa yang masih kritis. ”Beliau masih belum sadarkan diri, dan sementara dilakukan scan kepala untuk mengetahui seberapa parah kondisi Ibu Nursafa,” terangnya.(cr-07/udy/kai)