Dirnarkoba Polda Malut, AKBP Mirzal Alwi Dirnarkoba Polda Malut, AKBP Mirzal Alwi

TERNATE – MQM alias Qumar (25) oknum pengacara magang yang menjadi buronan polisi atas kasus narkoba akhirnya menyerahkan diri ke Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Malut, Sabtu (28/10). Warga Kelurahan Tabahawa, Ternate Tengah, ini menyerahkan diri setelah kabur saat penggerebekan diri di rumahnya. Qumar ditangkap atas kepemilikan narkoba jenis ganja sebanyak dua sachet kecil dengan berat 1,5 gram dan 12 bibit pohon tanaman ganja.
Penyerahan diri pemuda ini dibenarkan Dirnarkoba Polda Malut AKBP Mirzal Alwi saat dikonfirmasi kemarin (30/10). Menurut Mirzal, Qumar menyerahkan diri pada Sabtu lalu dan saat ini masih dilakukan penyelidikan terkait keterlibatannya dalam bisnis barang haram tersebut. Namun Mirzal belum bisa membeberkan sejauh mana hasil penyelidikannya dan memastikan akan segera melakukan rilis kasus. ”Sudah menyerahkan diri, nanti kita rilis. Yang jelas dia sudah mengakui kepemilikan tanaman ganja itu,” ujarnya.
Sekadar diketahui, kasus narkoba yang melibatkan oknum pengacara magang ini bermula pada Sabtu (21/10) lalu saat petugas mengamankan N alias Gepeng (34), warga Kelurahan Maliaro, Ternate Tengah. Gepeng diciduk di sebuah rumah di Maliaro berdasarkan laporan dari masyarakat. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 23 ampel narkoba jenis ganja kering dengan berat 21,30 gram dan satu buah handphone.
Saat diinterogasi, Gepeng mengaku mendapatkan ganja tersebut dari Qumar. Qumar merupakan seorang calon pengacara di bawah asuhan Peradi Malut yang tengah magang. Petugas kemudian melakukan penggerebekan di rumah Qumar. Sayangnya, pemuda tersebut berhasil meloloskan diri.
Dalam penggeledahan di rumah Qumar, petugas menemukan dua sachet kecil ganja dengan berat 1,5 gram dan 12 bibit pohon tanaman ganja. Selasa (24/10) kemarin, petugas kembali melakukan penggeledahan di rumah orang tua Qumar dan kembali mendapati satu sachet sedang berisi biji ganja kering seberat 7,10 gram, satu sachet kecil sisa ganja, dua pak Marsbrand, enam pak plastik kecil, lima buah pak sachet plastik ukuran besar, dan satu pak plastik ukuran sedang.
Sementara itu, MQS alias Ogan (27), narapidana narkoba yang tengah mendekam di Lapas Kelas IIA Ternate terancam bertambah masa hukumannya. Setelah terbukti mengendalikan transaksi narkotika dari balik jeruji besi, Ogan yang telah divonis 6 tahun penjara kini berpotensi mendapat tambahan hukuman 20 tahun penjara. ”Ogan sebelumnya divonis 6 tahun penjara dengan kasus yang sama, hanya saja kategori pengguna. Sementara untuk kasus yang kedua ini kategori pengedar dan ancaman hukumannya 5 sampai 20 tahun penjara,” jelas Kasat Narkoba Polres AKP Azis Ibrahim.(tr-03/kai)

kirim Komentar