TOKYO OTAKU MODE TOKYO OTAKU MODE

            Manusia itu memang nggak ada puasnya. Saat baca manga, suka ngebayangin, ”Aduh, coba dibikin versi animenya.” Lalu, saat sudah terpenuhi, muncul keinginan sekunder, ”Asyik juga kali ya kalau bisa lihat versi manusianya.” Bersyukurlah wahai fans jelata. Industri entertainment Jepang sudi bermurah hati dan bisa memahami keinginan tanpa batas para penggemar serial manga dan anime populer.     

            Beberapa tahun belakangan penggemar anime-manga punya kebahagiaan baru: bisa menyaksikan tokoh kesayangannya dalam wujud real life. Format adaptasi live-action yang menelan bujet besar bukan lagi jadi opsi menarik. Sebab, ada yang lebih irit biaya, yaitu versi teater. Formatnya bisa musikal atau murni butai (stage play).           

            ”Korban”-nya pun sudah banyak. Serial-serial mainstream seperti Tennis no Ouji-sama, Bleach, Naruto, dan Yowamushi Pedal disambut fans dengan gegap gempita ketika naik panggung teater.  

            Eksekusinya nggak tanggung-tanggung. Efek spesial ala serial aslinya diwujudkan semirip mungkin. Dalam Live Spectacle Naruto, contohnya. Kilatan cahaya dan suara menggelegar dalam pertarungan direalisasikan semaksimal mungkin oleh tim produksi yang dikomandani Kodama Akiko.  

            Lain lagi dengan Yowamushi Pedal. Ceritanya tentang balap sepeda. Tapi, mana mungkin memboyong sepeda beneran ke atas panggung? Penuh dong panggungnya! Sebagai gantinya, sutradara Nishida Shatner mencari jalan keluar yang kreatif, tapi bikin geli.

Onoda Sakamichi dkk tetap dikisahkan gigih berlaga, tapi dengan modal stang sepeda. Ketika masuk adegan balap, para aktor lari di tempat sambil menggoyangkan stang ke kiri dan kanan, mengikuti musik latar.    

            Nishida pun tampak puas dengan hasil arahannya. ”Mulai pagi saya menonton DVD Yowamushi Pedal Shin Interhigh-hen ~Start Line~ (dijadwalkan rilis 19 Juli 2017). Kontennya bagus,” kicau Nishida di akun Twitter-nya 17 April lalu.

            Faktor lain yang bikin fans rela berduyun-duyun datang ke teater adalah aktor dan aktris yang dipilih. Kedekatan image aktor dengan tokoh yang diperankan bikin baper. Yah, walaupun kadang aktor yang di-casting justru merusak imajinasi.  

            Sepanjang tahun ini, banyak stage play yang juga patut dinantikan. Misalnya, Ikemen Sengoku (19–23 April), Tokyo Ghoul (29 Juni–9 Juli), dan K The Stage Missing Kings (19–29 Oktober). (pew/ran)

 

Inuyasha

            Setelah 16 tahun ”puasa”, akhirnya fans Inuyasha kecipratan rezeki butai. Inuyasha kali terakhir dipentaskan pada 2001. Kerinduan fans dibayar tuntas dalam butai yang diadakan pada 6–15 April lalu di The Galaxy Theatre, Tokyo. Sutradara Kayano Isamu memasang gitaris band Golden Bomber, Yutaka Kyan, sebagai si siluman anjing Inuyasha.        

 

Live Spectacle Naruto

Musim panas ini, Live Spectacle Naruto memasuki tahun ketiga. Kodama Akiko masih bertindak sebagai penulis skenario dan sutradara. Matsuoka Koudai masih dipercaya menjadi Uzumaki Naruto, sedangkan posisi Kimura Kazunari sebagai Yakushi Kabuto digantikan Okada Ryosuke.  

Pada 19 Mei–6 Agustus mendatang, penggemar bisa menyaksikan Akatsuki no Shirabe di Tokyo dan Osaka. Negara tetangga, Singapura, juga kebagian jatah pada 10–11 Juni. Hmmm, negara kita kapan ya…

 

Haikyuu!! Shousha to Haisha

            Proyek stage play ketiga franchise Haikyuu!! ini dijadwalkan berlangsung pada Maret–Mei tahun ini. Tiketnya sudah dijual mulai 19 Februari lalu. Dibuka di Tokyo pada 24 Maret, aksi Hinata Shoyo bisa ditonton di Tokyo, Miyagi, Osaka, dan Fukuoka.

 

All Out!! The Stage

            Perjuangantimrugby SMA Kanagawa yang dimotori Gion Kenji dkk diangkat ke panggung teater mulai 25 Mei mendatang. Pertunjukan akan dipentaskan 12 kali di Zepp Blue Theater Roppongi, Tokyo. Khusus Minggu jadwal show dua kali, yaitu pukul 12.00 dan 18.00 waktu setempat. Saking banyaknya peminat, tiket untuk hari terakhir, 4 Juni, sudah sold out.

 

Tennis no Ouji-sama Musical

            Tennis no Ouji-sama (Prince of Tennis) adalah franchise yang paling rajin menelurkan pementasan. Sejak debut pada 2003, setiap tahun musikal yang diangkat dari manga karya Konomi Takeshi tersebut nggak pernah absen. Total ada 47 seri pertunjukan yang sudah dihelat.

Yang terbaru, Team Live Hyoutei, dipentaskan di Tokyo pada 12–16 April dan Osaka, 19–23 April. Dream Live 2017 bakal menyusul pada 26–28 Mei dan Seigaku vs Rikkai pada Juli–September.

 

Touken Ranbu

Dua judul anime saja belum cukup buat fans sehingga perlu dibuat teatrikal Touken Ranbu dalam dua versi, stage play dan musikal. Versi stage play yang dibintangi Suzuki Hiroki sebagai Mikazuki Munechika dipentaskan pada Mei dan Desember 2016. Angka penjualan DVD dan BD-nya pun fantastis, menyentuh angka puluhan ribu keping.  

 Musikal Mihotose no Komori Uta dibuka di dua kota, Tokyo dan Osaka, pada Maret–April 2017. Kemudian, para cowok pedang itu akan diboyong ke Zhuhai, Tiongkok, untuk tampil pada 19–21 Mei.

           

Yowamushi Pedal

            Yowamushi Pedal mengekor Tennis no Ouji-sama sebagai pementasan yang rutin ditunggu fans. Tahun ini, stage play Yowamushi Pedal memasuki edisi ke-10. Shin Interhigh-hen ~Start Line~, begitu judulnya, mengisi panggung Orix Theater, Osaka, pada 25–26 Februari lalu dan di Tokyo Dome City Hall pada 4–12 Maret.          

 

Diamond no Ace The Live

Serial yang dirilis di Indonesia versi manganya, Diamond no Ace, juga diadaptasi menjadi stage play. Edisi keempat dimulai 6 April dan bakal berakhir pada 23 April 2017. Buat yang gagal nonton di TKP, tunggu saja DVD dan BD-nya yang akan dirilis pada 23 Agustus 2017. Nabung aja dulu karena harganya lumayan mahal. DVD seharga 8.800 yen (sekitar Rp 1,07 juta) dan BD 9.800 yen (sekitar Rp 1,19 juta).

Yang Lain di Kategori ini : « Melirik Pesona Tanah Gayo