TEKNOLOGI dan kemajuan zaman makin mempermudah kita yang pengin traveling. Buktinya, explore Instagram kita dibanjiri foto-foto pemandangan yang indah dengan caption bertulisan jasa open trip lengkap dengan destinasi wisata, tanggal, dan nominal harga yang harus dibayarkan. Konon, open trip merupakan solusi cepat dan antiribet untuk berwisata. Jadi, apa sih jasa open trip itu?

’’Sistematik open trip itu sebenarnya sama dengan jasa tour and travel. Peserta tinggal membayar nominal tertentu kepada pemilik jasa open trip, lalu tinggal terima beres,’’ jelas Dimas Wijaya Putra, pemilik jasa open trip khusus gunung, MDPL Jogja. So, peserta open trip nggak perlu memikirkan transportasi, akomodasi, tiket masuk, hingga makanan yang udah ditanggung penyelenggara. Cocok buat kamu yang antiribet dan pengin langsung cus aja.

Eits, tapi jasa open trip ini cenderung lebih murah daripada jasa tour and travel biasa loh. Soalnya, open trip punya trik-trik tertentu supaya tarif wisatanya lebih murah. Salah satu triknya adalah booking jauh-jauh hari. ’’Open trip lebih murah karena pemesanan tiket pesawat dan penginapan dilakukan jauh-jauh hari,’’ tutur Eva Sri Wahyuni, 23, pemilik jasa open trip Travelcube.

Selain itu, trik yang kerap digunakan open trip adalah pemesanan yang memenuhi jumlah tertentu. Jadi, jika target untuk berangkat adalah 20 orang, peserta akan berangkat kalau target udah memenuhi 20 orang. Tentu aja, teman open trip-mu nanti bukan orang yang kamu kenal. Tapi, justru itulah poin serunya open trip. ’’Jadi, kamu bisa punya banyak teman baru. Siapa tahu, di kesempatan lain kamu ingin traveling lagi, cukup ajak mereka,’’ ujarnya.

Masalahnya, kalau jumlah peserta belum terpenuhi, open trip terpaksa ditunda. Hal itu pun menjadi salah satu kelemahan bagi open trip. Kalau itu terjadi, biasanya agen open trip memberikan dua opsi. Pertama, reschedule jadwal. Merencanakan ulang tanggal sambil mencari peserta baru agar kuota peserta terpenuhi. Kedua, peserta bisa tetap berangkat untuk berwisata, tapi dengan biaya yang lebih tinggi daripada sebelumnya, yaitu tarif normal, bukan tarif diskon pemesanan kolektif seperti yang ditawarkan jasa open trip. Makanya, lewat open trip, tarif wisatamu bakal jauh lebih murah!

Eva mencontohkan, rata-rata biaya per orang ke Thailand mencapai Rp 4 juta–Rp 5 juta. Tapi, dengan open trip, biayanya bisa turun menjadi Rp 2 juta–Rp 3 juta aja. Sebab, pengetahuan wisatawan tentang destinasi yang dituju sangat minim. ’’Sering kali ketika berwisata ke luar negeri, turis menggunakan taksi atau angkutan umum lokal yang tarifnya mahal. Open trip biasanya menyediakan kendaraan pribadi seperti van atau bus dan itu pun sudah satu paket dengan harga yang dibayarkan di awal,’’ papar Eva.

Tertarik untuk ikut open trip? Caranya nggak sulit kok. Peserta cukup tanyakan masih ada slot kosong atau nggak. ’’Jika ada, bisa langsung mendaftar. Lalu, bisa dilanjutkan ke pembayaran,’’ kata Eva. Beberapa agen open trip pun menyediakan metode down payment (DP) di awal, lalu membayar sisanya pada hari-H keberangkatan.

Namun, sebelum mendaftar, kepoin kualitas open trip yang mau kamu ikuti supaya nggak menyesal belakangan. ’’Jangan tertipu oleh murahnya harga yang ditawarkan. Biasanya, harga yang murah disebabkan ketiadaan beberapa fasilitas seperti transportasi dan makan yang dibayar secara terpisah. Ujung-ujungnya, biaya sama saja membengkak,’’ ungkap perempuan yang gemar traveling tersebut. (nen/c14/fhr)