Ultra Street Fighter II Ultra Street Fighter II

AWAL 1991 adalah momen penting dalam sejarah video game. Ketika itu Capcom merilis Street Fighter II: the World Warrior untuk mesin arcade. Game bergenre fighting 2D itu menampilkan pertarungan dua karakter yang berkemampuan setara. Siapa yang berhasil menghabiskan energi lawan duluan, dialah pemenangnya.

Pemain perlu melakukan gerakan joystick untuk melancarkan jurus. Tidak seperti pendahulunya yang hanya punya seorang jagoan, dalam seri kedua tersebut, delapan karakter bisa dipilih untuk dimainkan. Tiap pemain bisa punya karakter favorit beserta strategi tarung yang berbeda-beda pula.

Formula itulah yang membuat Street Fighter II laris gila-gilaan. Para remaja seluruh dunia mengantre di arcade center. Mereka berlatih teknik andalan masing-masing agar bisa mengalahkan siapa pun pemain lain yang menantang. Unsur kompetitif adalah nilai jual utama game tersebut.

Selanjutnya, genre fighting berkembang sangat pesat. Pemasukannya membiayai riset teknologi video game yang semakin canggih. Kini genre fighting tak lagi dominan, tapi masih punya penggemar yang potensi ekonominya signifikan. Baik para pemain veteran maupun pemula.

Tahun ini dunia game menyambut hadirnya mesin Nintendo Switch, yang memadukan konsep home system dan portabel. Capcom berpartisipasi dalam proyek itu dengan merilis Ultra Street Fighter II. Game tersebut merupakan upgrade terbaru dari Street Fighter II yang berusia lebih dari seperempat abad.

Hal pertama yang langsung terlihat dari Ultra Street Fighter II adalah kualitasnya grafisnya yang jauh lebih bagus ketimbang Street Fighter II. Performa visual itu berdasar Super Street Fighter II Turbo: HD Remix yang dirilis secara digital beberapa tahun silam. Musik latarnya juga diaransemen ulang. Tapi, bagi yang ingin bernostalgia dengan audiovisual yang lama, tetap tersedia pilihan tersebut.

Deretan karakternya berisi semua yang tampil dalam Super Street Fighter II X, yaitu 17 petarung, termasuk Gouki (Akuma) yang dulu perlu trik untuk bisa memainkannya. Ditambahkan juga Satsui no Hadou ni Mezameta Ryuu (Evil Ryu) dari Street Fighter Zero 2 (Amerika: Street Fighter Alpha 2). Juga Sennousareta Ken (Violent Ken) yang pertama muncul dalam anime layar lebar Street Fighter II: The Animated Movie.

Masih ingat Dramatic Battle dalam Street Fighter Zero? Dulu dua pemain bisa mengendalikan Ryu dan Ken, mengeroyok Jenderal Vega, persis seperti dalam anime. Kini mode tersebut berevolusi jadi Buddy Fight. Karakternya boleh siapa saja. Artinya, Evil Ryu dan Violent Ken bisa saja dipilih untuk mengeroyok M. Bison, sang petinju. Tapi, hati-hati, dua pengeroyok berbagi bilah energi yang sama.

Ada juga mode 3D dengan sudut pandang orang pertama yang dinamai Hanate! Ha-do-ken (Way of the Hado). Pemain berperan sebagai Ryu menghadapi para pasukan Shadoloo yang ditutup dengan pertarungan melawan Vega. Itu cuma mode selingan, jadi jangan banyak berharap.

Masih ada sejumlah fitur lain. Misalnya, mode Lite yang memungkinkan jurus dilancarkan cukup dengan satu tombol. Pendeknya, Ultra Street Fighter II memuat segala hal yang dirindukan para veteran serta bakal menarik bagi para pemula yang ingin tahu suatu legenda panjang bermula. (c22/ray)

 

Perkembangan Street Fighter II

Dalam kurun waktu 1991–1994, Street Fighter II mengalami empat kali upgrade serta satu kali berganti arcade board (agar kualitas audiovisualnya meningkat). Berikut ini perincian tiap versinya.

 

Street Fighter II: The World Warrior

- Delapan karakter yang bisa dimainkan

- Empat karakter boss

 

Street Fighter II Dash: Champion Edition

- Karakter boss bisa dimainkan juga

- Tersedia opsi mempertarungkan karakter yang sama

 

Street Fighter II Dash Turbo: Hyper Fighting

- Kecepatan pertempuran ditingkatkan

- Sejumlah penambahan jurus untuk mengembangkan strategi serangan beruntun

 

Super Street Fighter II: The New Challengers

- Berganti arcade board dari CPS ke CPS II

- Empat karakter baru, yaitu Cammy, Fei Long, Dee Jay, dan T. Hawk

 

Super Street Fighter II X: Grand Master Challenge

- Tambahan jurus istimewa yang dinamai Super Combo

- Karakter baru yang tangguh, yaitu Gouki

 

Epigon dari Perusahaan Lain

Para petarung Street Fighter II berasal dari berbagai negara. Tiap petarung mengusung gaya khas negara asalnya. Setelah memenangi suatu duel, dia berpindah ke negara lain untuk menantang petarung berikutnya. Pola itu ditiru sejumlah fighting game lainnya. Yang paling mirip sepertinya World Heroes buatan Alpha Denshi.

Jika Street Fighter II punya Zangief dari Uni Soviet, World Heroes punya Rasputin dari Rusia. Pola serangan duo ninja, Hanzo dan Fuuma, identik dengan Ryu dan Ken. Selanjutnya, untuk menandingi Jenderal Vega, mereka punya Brocken, manusia mesin yang berseragam perwira. Menariknya, World Heroes memajang Dragon –karakter ala Bruce Lee–setahun sebelum Super Street Fighter II menghadirkan Fei Long.

World Heroes yang digarap bersama SNK kemudian jadi salah satu fighting game andalan mesin Neo Geo. Sementara itu, para pengekor Street Fighter II lainnya:

 

Martial Champion (Konami)

Fighter’s History (Data East)

Kaiser Knuckle (Taito)

Eternal Champions (Sega)

 

Trivia:

Controller Khusus dari Capcom

Pada 1993, mesin Sega Mega Drive (Amerika: Sega Genesis) menambah jumlah tombol controller-nya dari tiga jadi enam. Perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan konfigurasi tombol Street Fighter II yang saat itu populer.

Tapi, hanya mesin sekelas 3DO yang kecanggihannya mampu menghadirkan seri Super Street Fighter II X yang dirilis setahun kemudian. Capcom pun membuatkan controller eksklusif yang didesain khusus untuk memainkan fighting game.