RAFIKA/ZETIZEN TEAM RAFIKA/ZETIZEN TEAM

 KEDATANGAN tim Zetizen disambut rintihan seorang lelaki berusia sekitar 20 tahun. Kaus abu-abunya tampak lusuh, nggak jauh beda dengan kerut-kerut di wajahnya. Berbeda dengan lelaki di sampingnya yang justru semangat menata menu makan siang. Yap, begitulah suasana Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya di Jalan Keputih.

Di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, liponsos itu jadi ’’rumah’’ bagi 1.574 orang. Mereka terdiri atas gelandangan, anak jalanan, lansia telantar, serta ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). ’’Meski liponsos ini diurus Pemerintah Kota Surabaya, jumlah klien (penghuni liponsos) yang warga asli hanya 30–50 orang. Sisanya adalah pendatang,’’ ujar Dian Wahyuningsih, staf Liponsos Surabaya.

Meski begitu, fungsi utama liponsos yang berdiri di atas lahan seluas 1,6 hektare adalah jadi rumah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Hal tersebut terbukti dengan berbagai program pelatihan dan rehabilitasi untuk mempersiapkan PMKS kembali ke lapangan. ’’Kami ajak menanam cabai, mengaji, dan main musik agar saraf motorik terasah lagi,’’ jelas Dian.

Bulan ini liponsos mengembangkan taman cabai yang ditanam klien. Rencananya, bulan ini ada panen bersama Wali Kota Surabaya Ir Tri Rismaharini. Selain itu, setiap PMKS punya jadwal pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya. ’’Jadi, liponsos berupaya melatih, merehabilitasi, dan menyembuhkan klien,’’ tutur Dian.

So, kamu salah besar kalau menganggap liponsos sebagai rumah gelandangan, anak jalanan, dan orang gila nggak terawat. Sayangnya, XXX persen Zetizen berpikir bahwa liponsos nggak layak ditinggali. It’s a big no! Buktinya, para penghuni liponsos dibekali banyak pelatihan sekaligus pendampingan kok.

Tahu nggak sih, klien usia produktif dan dianggap ’’lulus’’ dari liponsos bakal dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur? Yap! Di sana mereka akan diberi serangkaian tes yang menunjukkan kemampuannya. Kalau dianggap mampu dan capable, mereka bisa diangkat jadi karyawan dan diberi pekerjaan. Karena itu, liponsos berusaha memberikan yang terbaik dan menyiapkan tempat hidup yang layak.

’’Kami berupaya menciptakan inovasi agar sarana-prasarana liponsos lebih baik. Selain itu, kami berusaha lebih memahami perasaan dan kemauan klien dengan menempatkan pendamping yang selalu siap,’’ terang Sugiyarto, kepala UPTD Liponsos Keputih, Surabaya. (raf/c14/rat)