Sejarah adalah masa lalu yang sudah nggak bisa diapa-apakan. Itu sih lagu lama sebelum mekanisme teleportasi ke masa lalu ditemukan. Pada 2205, statemen tersebut sudah nggak relevan. Masa lalu bisa direvisi untuk membelokkan masa depan.  

Sebuah organisasi misterius berusaha membuat masa depan versi alternatif. Mereka menerbangkan tentara demonic time retrograde army ke masa lalu untuk mengintervensi event-event historis. Jika sepak terjang mereka nggak dibendung, entah bagaimana nasib manusia di masa depan.

Agar alur sejarah bergulir sebagaimana mestinya, Saniwa membentuk unit khusus yang digawangi para touken danshi (sword boys). Sejatinya mereka adalah pedang milik tokoh-tokoh ternama Jepang yang diberikan raga oleh Saniwa. Duel sengit para touken danshi yang mati-matian melindungi sejarah dan time retrograde army yang ingin mengubah sejarah menjadi inti cerita Touken Ranbu.     

Tahun lalu penggemar franchise game yang dikembangkan Nitroplus dan dirilis DMM Games itu diservis habis-habisan melalui Touken Ranbu: Hanamaru yang ceritanya lebih ringan dan bernuansa ceria. Unsur action hanya menjadi bumbu penyedap.

            Sebaliknya, plot cerita Katsugeki/Touken Ranbu yang debut pada 1 Juli lalu sama sekali nggak santai. Episode demi episode dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk merangkai cerita. Penonton secara konstan dibuat deg-degan menyaksikan konfrontasi para touken danshi versus time retrograde army.    

Adegan action-nya bukan sekadar pemanis, melainkan jadi highlight kisah. Sentuhan efek khusus yang digunakan pun proporsional. Seandainya ufotable memberikan perhatian ekstra pada koreografi action, Katsugeki/Touken Ranbu seharusnya bisa lebih apik.

            Animasi garapan ufotable juga layak diacungi empat jempol. Kualitas animasinya jauh di atas Hanamaru yang diproduksi Doga Kobo. ufotable berfokus pada keindahan visual. Detailnya superb dan komposisi warnanya sangat cantik. Misalnya, setting alam pedesaan yang dibuat sangat detail.

Untuk menjaga kualitas, ufotable menggandeng banyak desainer karakter. Satu orang desainer menangani satu karakter. Bisa jadi hal tersebut merupakan bagian dari upaya ufotable agar nggak mengecewakan fans setia versi game-nya, tapi tetap bisa merangkul penggemar baru.

Pemilihan seiyuu juga merupakan kunci pengikat penggemar. Kombinasi seiyuu kouhai (junior) dan senpai (senior) bikin penonton adem-panas. 

Tokoh yang cool dan punya basis penggemar fanatis seperti Mikazuki Munechika dipercayakan kepada seiyuu kawakan Toriumi Kousuke (seiyuu Aijima Cecil dalam franchise Uta no Prince-sama). Kimura Ryohei diberi jatah peran kapten unit 2 Izuminokami Kanesada. 

Dari kalangan kouhai, ada Hama Kento (seiyuu Mutsunokami Yoshiyuki) dan Enoki Junya (Horikawa Kunihiro). Lalu, ada juga Suzuki Yuuto (Honebami Toushirou), Yamashita Seiichirou (Yagen Toushirou), dan Nagatsuka Takuma (Konnosuke). 

Pekan ini Katsugeki/Touken Ranbu memasuki episode 8 dari 13 yang direncanakan. Pada lima episode pertama, cerita berkutat pada sepak terjang touken danshi dari unit 2. Unit yang dikomandani Izuminokami Kanesada itu beranggotakan Horikawa Kunihiro, Tonbokiri, Yagen Toshiro, Mutsunokami Yoshiyuki, dan Konnosuke.

Paro kedua cerita menghadirkan unit 1 yang dipimpin Yamanbagiri Kunihiro. Anggotanya adalah Mikazuki Munechikayang sudah kenyang pengalaman di medan perang, Oodenta Mitsuyo, Hidekiri, Hizamaru, dan Honebami Toushirou yang diterjunkan belakangan.

Mendekati episode final, konflik kedua pihak yang bertikai semakin tajam. Siapakah yang akan tertawa belakangan setelah mengklaim kemenangan? Time retrograde army atau para touken danshi? (ran)