BELAKANGAN ini, banyak bermunculan band yang digarap secara independen. Tak jarang, mereka juga berjuang mempromosikan bandnya kepada khalayak secara mandiri. Konsep hingga eksekusi berusaha dikerjakan sendiri. Pasti nggak mudah melaluinya. Lalu, bagaimana cara band indie itu bisa struggle dan berhasil menggelar turnya sendiri? (rzk/c25/zet)

 

Kelompok Penerbang Roket

Bikin Enjoy, tapi Harus Serius

 

Kelompok Penerbang Roket udah beberapa kali menggelar tur, bahkan sampai lintas benua. Salah satunya, tur bertajuk Berita Angkasa yang diadakan di Melbourne, Australia. Menurut John Paul Patton, sang vokalis, ada beberapa tip untuk sukses dalam menggelar tur. ”Semua anggota harus suka dengan kegiatan tur itu. Serius menjalaninya, tapi tetep enjoy. Harus semangat menghadapi berbagai tantangan dan yang paling penting jaga kesehatan,” ujar Coki, panggilan akrab John Paul Patton.

Hal yang nggak kalah penting dalam mempersiapkan tour adalah kesiapan dari alat-alat yang dibawa, memastikan semua alat berfungsi dengan baik, serta harus punya alat-alat cadangan untuk mengantisipasi hal-hal yang nggak terduga seperti keterbatasan alat-alat di venue.

Makanya, nggak heran kalau Kelompok Penerbang Roket selalu totalitas dalam berbagai performnya untuk mengenalkan musik rock Indonesia sampai ke negeri seberang. ”Main musik di Indonesia itu nggak gampang. Jadi, kita harus semangat memperkenalkan musik yang kita mainkan, rajin latihan, dan sering-sering manggung,” pesan Coki.

 

 

The Trees and The Wild

Tidak Jadikan Ajang Cari Uang

 

I’ll Believe in Tour adalah rangkaian tur yang dijalani di Kota Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta untuk promosi album yang bertajuk Zaman, Zaman. Selain untuk promosi album terbarunya, tur itu dilakukan untuk mengenal penggemar dari berbagai kota yang akan dikunjungi. Mengenai tur, The Trees and The Wild punya pandangan tersendiri. Menurut mereka, tur adalah kegiatan di mana mereka menyajikan musik untuk penggemar, bikin mereka happy, bukan sebagai ajang cari uang.

Karena itu, mereka mempersiapkan funding untuk tur tersebut dengan matang, mempersiapkan acara dengan jelas, dan memperhitungkan pengeluaran dengan hati-hati. ”Perencanaan teknis maupun nonteknis itu penting. Semuanya harus ter-cover, mulai akomodasi, diskusi dengan pihak penyelenggara, kebutuhan dasar anggota band, sampai memastikan panggung dan lighting,” tutur Remedy, manajer The Trees and The Wild.

 

Wolfxfeet

Bonding Makin Kuat Pascatur

 

Wolfxfeet lebih mempersiapkan materi yang akan diberikan kepada pendengar di setiap kota. Mereka mencetak lebih banyak rilisan fisik album terbaru yang akan dipromosikan dan memperbanyak merchandise. Tujuannya, pendengar dari kota yang dikunjungi lebih mengenal musik serta personality dari Wolfxfeet.

”Dengan mereka mengenal musik yang kami usung, penikmat musik Wolfxfeet akan mencapai skala yang lebih besar,” ujar Haryo Bagas, vokalis Wolfxfeet. Menggelar tur adalah kepuasan tersendiri bagi anggota band. Terlebih, setelah menjalani tur, Wolfxfeet merasakan bonding antaranggota lebih erat. Nggak jarang juga mereka bisa dapat teman baru dari berbagai kota dan sharing tentang perkembangan musik.

 

Timeless

Atur Matang Jadwal Personel

 

Band rock asal Surabaya ini telah sukses menggelar turnya yang bertajuk Between and Beyond Road Tour di tujuh kota di Indonesia. Menurut Fajri Armansya, gitaris Timeless, untuk menggelar tur, hal yang harus dipersiapkan adalah koneksi teman antarkota dan kebutuhan dasar anggota band.

”Yang paling penting adalah makan. Jangan sampai kelaparan dan ujung ujungnya sensitif satu sama lain. Selain itu, tentu butuh banyak referensi pertemanan antarkota, informasi venue, informasi toko/distro, serta band lokal yang bisa diajak untuk ikut tampil dalam gig di kota tersebut,” ujarnya.

Pengaturan jadwal antaranggota band menjadi salah satu hambatan yang biasanya terjadi. Karena itu, persiapan yang matang dan perhitungan untuk mencari waktu kosong harus tepat. Di sisi lain, masalah cekcok antaranggota dalam merencanakan tur adalah hal yang biasa sehingga Fajri menyarankan untuk bersenang-senang dalam menjalani proses persiapan tur. Beripikirlah serta bersikap positif. Juga jadikan hal itu sebagai pelajaran untuk merencanakan tur yang lebih matang ke depannya.