DUKUNG PENUH: Pandu Dharma Wicaksono, Presiden Green Generation Indoensia, bersama para pemimpin pemerintahan setuju untuk saling bekerjasama membangun kota eco-green.FOTO-FOTO: AZHAR/KP DUKUNG PENUH: Pandu Dharma Wicaksono, Presiden Green Generation Indoensia, bersama para pemimpin pemerintahan setuju untuk saling bekerjasama membangun kota eco-green.FOTO-FOTO: AZHAR/KP

Happy anniversary Green Generation Indonesia! Enggak terasa, kemarin (22/8) organisasi yang concern di bidang lingkungan tersebut telah memasuki usia ke delapan. Bertepatan dengan event Jambore Generasi Hijau Nasional 2017, peringatan tersebut dilaksanakan di BallroomOak Tree Hotel, Bontang. Tentu aja, semua delegasi dari 27 provinsi dan 65 kota se-Indonesia turut hadir pada malam itu.

 Anyway, seluruh peserta JGHN 2017 diajak mengunjungi Kelurahan Bontang Kuala pada siang harinya. Di sana, mereka diperkenalkan dengan budaya dan lingkungan desa di atas laut tersebut. Bahkan diajak melihat langsung proses pembuatan terasi oleh-oleh khas di sana.

 Oh iya, mereka juga kembali meneruskan penjabaran tentang region project dari lima Green Generation Indonesia, yakni dari Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia Timur, Sumatra, serta Jabalnas. Finally, hasilnya pun turut diumumkan pada malam tersebut. Hari Berkreasi dengan Sampah, buah pemikiran dari GG regional Sulawesi dan Indonesia Timur, terpilih menjadi National Project Green Generation 2017. Nantinya, GG dari seluruh Indonesia bakal menjalankan aksi ini di daerah masing-masing. Pengin tahu national project apa aja yang telah digarap? Di tahun 2015, GGI menggagas program Gerakan Membawa Botol (Gembol), Hari Anti Plastik (HAP) pada 2016. So inspiring!

 Pada malam tersebut, hadir pula beberapa tokoh penting. Meliputi Rizal Effendi selaku Wali Kota Balikpapan, Basri Rase Wakil Wali Kota Bontang, Alfedri Wakil Bupati Siak, Tim Anderson dari Kedubes Selandia Baru, serta pejabat pemerintah Bontang lainnya. Dalam talkshow yang digelar, para pemimpin tersebut menginspirasi dengan menunjukkan bagaimana membangun kota yang lebih maju, namun ramah lingkungan.

 Dalam perjalanannya selama delapan tahun, Green Generation Indonesia sudah membentuk GG di 608 sekolah, 133 kabupaten dan kota, dan 34 provinsi di Indonesia. Bahkan, berhasil melebarkan sayapnya hingga ke Rusia, Malaysia, dan Belanda. Organisasi ini pun telah melibatkan 2,6 juta generasi muda untuk bergerak demi kelestarian lingkungan.

 Pandu Dharma Wicaksono, Presiden Green Generation Indonesia, terus berpesan kepada teman-teman delegasi JGHN 2017. “Sebagai generasi muda, masa depan bumi Indonesia ada di tangan kita. Sesuai tema yang diangkat malam ini, terus beraksi. Jangan pernah berhenti berjuang demi lingkungan tercinta,” ungkapnya semangat. Keep fighting! (*/yjm/*/ewy/k18)