GAGAH: Penampakan pesawat N219 saat penerbangan perdana. GAGAH: Penampakan pesawat N219 saat penerbangan perdana.

NEGERI ini nggak henti-hentinya menelurkan inovasi. Kali ini inovasi datang dari perusahaan pembuatan pesawat dalam negeri, PT Dirgantara Indonesia (DI). Bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), PT DI berhasil mengembangkan pesawat N219. Pesawat jenis perintis itu baru diuji coba dalam flight test di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada 16 Agustus lalu. Intip langsung yuk wujudnya! (nen/c14/als)

 

Ukuran Pesawat

Sebagai pesawat perintis, ukuran N219 emang nggak terlalu besar. Panjangnya hanya 16,49 meter; lebar 19,50 meter; dan tinggi 6,18 meter. Ukuran itu cocok dipakai di daerah terpencil karena punya kemampuan untuk mendarat di landasan pacu pendek. Bukan hanya itu, N219 juga bisa mendarat di permukaan rumput, pasir, dan berbatu. Lebih praktis dan mudah dioperasikan!

 

Mesin

Dipersenjatai dengan dua mesin turboprop PT6A-42/52, pesawat N219 mampu menghasilkan kemampuan 850 SHP (shaft horsepower) dan daya jelajah 1.580 NM (nautical mile). Mesin buatan perusahaan Pratt & Whitney tersebut adalah satu-satunya komponen yang diimpor dari luar negeri. ’’Saat ini tidak ada pabrikan dalam negeri yang mampu membuat mesin pesawat,’’ terang Irland Budiman, manajer hukum & humas PT Dirgantara Indonesia.

 

Teknologi Avionik

Selain unggul dari segi ukuran, N219 menggunakan teknologi avionik (peralatan elektronik penerbangan) yang lebih modern, yaitu Garmin G1000. Teknologi itu termasuk common technology yang banyak ditemui di pasaran sehingga harga pesawat bisa lebih murah. Selain itu, teknologi tersebut menghemat biaya operasional dan pemeliharaan.

 

Kecepatan

Sebagai pesawat perintis, N219 punya kecepatan minimal 59 knot atau sekitar 109,2 km/jam dengan kecepatan maksimal 213 knot (394,5 km/jam). Kecepatan N219 itu diklaim cocok digunakan saat memasuki wilayah bertebing-tebing dan pegunungan. Pesawat perintis emang membutuhkan kemampuan manuver yang bagus dan kecepatan rendah untuk melalui wilayah-wilayah yang terpencil.

 

Kapasitas Penumpang

Berbeda dengan pesawat komersial yang mampu mengangkut ratusan penumpang, pesawat N219 hanya berkapasitas 19 penumpang (tanpa pilot). Dengan jumlah tersebut, N219 memiliki kabin terluas di kelasnya. Selain penumpang, N219 bisa digunakan untuk mengangkut barang, pasukan militer, hingga evakuasi korban bencana alam. All in one package!

 

Kapasitas Beban

Pesawat N219 memiliki operating empty weight (OEW) 4.309 kg. OEW adalah berat seluruh pesawat, termasuk awak pesawat, tapi nggak termasuk muatan dan bahan bakar. Sementara itu, beban maksimal yang mampu diangkut pesawat N219 adalah 7,030 kg saat take off dan 6,940 kg ketika landing.