KOMPAK kelima Alpha Zetizen Malut saat company visit Jawa Pos.IKRAM SALIM/MALUT POST KOMPAK kelima Alpha Zetizen Malut saat company visit Jawa Pos.IKRAM SALIM/MALUT POST

Peserta  zetizen summit 2017 dari Maluku Utara (Malut) telah melakukan persiapan untuk mengikuti kegiatan di Surabaya yang berlangsung selama 26 sampai 28 September itu.  Peserta tersebut adalah Irfan Nasela, Nadila M. Saleh,
Putra B.Junginger, Nurazhryn Merisna Irwan dan Yusril Rafiqzal Zuldan yang merupakan siswa-siswi SMA/SMK-sederajat se Maluku Utara.
Irfan misalnya, ia sudah menyiapkan dokumentasi maupun presentasi aksi positifnya untuk siap menghadapai seleksi Zetizen Chalenge Go to New Zeland 2017 nanti. "Selain persiapan materi persiapan mental juga sudah saya siapkan, "katanya kemarin.
Sementara Nadila M. Saleh menuturkan, sebagai putri perwakilan Malut tentu selain persiapan materi dan mental tarian daerah juga sudah disiapkan. "Persiapan seperti tarian daerah juga kita siapkan untuk performance night nanti, "ujarnya.
Nurazhryn Merisna Irwan dan Yusril Rafiqzal Zuldan mereka kompak membawa hadiah sebagai kenangan-kenangan untuk teman provinsi lainnya berupa gantungan kunci bermotif khas Maluku Utara. Peserta juga menyiapkan goyang rindu tobelo untuk menghibur semua peserta nanti. (*)

Terus bagaimana hari pertama mereka? dan ngapain aja? Simak nih keseruan mereka di hari pertama Zetizen Summit 2017. Hari pertama kegiatan Zetizen National Challenge Go To New Zeland sangat seru. Dimana setelah seluruh peserta yang telah tergabung dari 34 provinsi di Indonesia. Para peserta langsung kenalan dengan teman zetizen alpha perwakilan dari masing-masing provinsi. Sementara perkenalan awal tersebut di pandu oleh panitia dari Jawa Pos. Pertama peserta diminta untuk melakukan registrasi dan mendapatkan kaos kegiatan. Kaos tersebut dipakai untuk pengambilan foto sebagai identitas peserta Zetizen Summit 2017. Nah, untuk menyatukan kekompakan seluruh alpha zetizen maka diajarkan yel-yel. Perkenalan tentang rubrik zetizen sendiri disampaikan langsung oleh Direktur PT DBL Indonesia Sani. Ia mengurai perjalanan awal zetizen dari masih menggunakan nama deteksi hingga akhirnya berembrio menjadi Zetizen. "Dari deteksi inilah sampai akhirnya membawa saya ketemu sama Hilary Clinton dan berbincang tentang pemimpin perempuan di dunia, "kata Sani. Kemudian dari panitia menyampaikan schedule kegiatan hingga Kamis (28/9). "Yang paling jelas ada final interview, nanti peserta akan dianggil untuk melakukan sesi wawancara, "kata salah satu panitia. Nah, untuk tempat menginap bagi peserta karena tema kegiatan juga berhubungan dengan alam maka peserta akan beristirahat di didalam tenda ala glamour camping (glamping).

 Sementara suasana di dalam ruangan pena room berlangsung riuh, dimana peserta tampak begitu bersemangat.
Panitia juga meminta peserta agar bangun sebelum pukul 05.00 WiB. Jika tidak maka peserta akan mendapatkan getahnya. "Nanti kita punya cara untuk membangunkan kalian semua, "ujarnya.  Peserta kemudian diajak oleh panitia berkeliling di gedung 21 lantai itu. Tapi tidak semua lantai loh. Hanya ruangan yang berhubungan kegiatan seperti ke lapangan DBL Indonesia yang berada di lantai 1 kemudian ke ruang redaksi. Di ruangan redaksi para peserta mendapat gambaran umum tentang tata kerja ke redaksian hingga koran di cetak. Peserta zetizen dari Malut yakni Irfan Nasela, Nadila M. Saleh,
Putra B.Junginger, Nurazhryn Merisna Irwan dan Yusril Rafiqzal Zuldan mengikuti semua kegiatan itu. Di meja layout ada mas Danis yang memberikan penjelasan tentang tata letak hingga desain grafisnya. Mereka lalu ke ruang head office DBL Indonesia dan mendapatkan penjelasan langsung oleh Bussines Representative Supervisor Purry Agustiarinie. Di ruangan itu berbagai atribut yang berhubungan dengan basket disampaikan. "Misalnya pakaian basket bisa dipesan disini, "pungkasnya. (*)