MODEL: ANASTASIA BLANCA (UNIVERSITAS KRISTEN PETRA SURABAYA), GRACE ANGELINE (SMA ST. LOUIS 1 SURABAYA), ADINDA RAHMY (SMAN 1 SIDOARJO) FOTO: RIFQI/ ZETIZEN TEAM ILUSTRASI: SIW/ABID/ ZETIZEN TEAM LAYOUT: ABID/NINA/ ZETIZEN TEAM MODEL: ANASTASIA BLANCA (UNIVERSITAS KRISTEN PETRA SURABAYA), GRACE ANGELINE (SMA ST. LOUIS 1 SURABAYA), ADINDA RAHMY (SMAN 1 SIDOARJO) FOTO: RIFQI/ ZETIZEN TEAM ILUSTRASI: SIW/ABID/ ZETIZEN TEAM LAYOUT: ABID/NINA/ ZETIZEN TEAM

 WHO doesnt love fashion show? Yap, siapa pun pasti betah lihat para talent melakukan catwalk dengan fashion item yang chic di atas stage. Tapi, gimana ya kalau catwalk ala fashion show dikombinasikan dengan gerakan dance? Yes, lets meet fashion dance! Kalau kamu masih asing dengan istilah tersebut, yuk langsung baca ulasan di bawah ini! (may/c25/als)

 

Perpaduan Dance dan Catwalk

Seperti namanya, fashion dance merupakan bentuk perpaduan antara fashion show dan dance. Pada fashion dance, para talent harus mempresentasikan outfit yang fashionable dengan ber-catwalk ria. Well, kalau biasanya setelah catwalk para talent akan berpose, di fashion dance, mereka harus melakukan gerakan dance bersama-sama.

Nah, bedanya fashion dance dan fashion show biasa adalah dari segi ekpreksi dan koreografi. ”Pada fashion show biasa, saat catwalk, model hampir tanpa ekspresi. Sedangkan saat fashion dance, model harus lebih ekspresif dan full acting,” Ujar Alben Ayub Andal, koreografer fashion dance.

 

Ada Sejak Lama

Fashion dance bukan hal yang baru kok. Pada awalnya, fashion dance dilakukan saat fashion show biasa dengan tema tertentu. Misalnya, fashion show baju olahraga. Saat catwalk, para talent bakal bergaya sesuai dengan jenis olahraga yang dipresentasikannya. ”Beberapa model akan melakukan akting seolah-olah mereka atlet sambil bercanda dengan lainnya,” ujar Alben.

Di Indonesia, fashion dance hampir selalu diselipkan dalam fashion show. Hal itu dilakukan agar pertunjukan jadi nggak boring.

 

Outfit Harus Senada

Fashion dance nggak bisa dilakukan sendirian, girls. Nah, karena harus bersama-sama dengan skuadmu, outfit yang dipakai juga harus senada. Eits, nggak harus kembar from head to toe kok. Outfit yang dipakai harus sesuai dengan tema yang diangkat. Misalnya nih, tema fashion dance-mu adalah floral pattern. Maka, outfit yang dipakai harus mengandung unsur floral. Selain itu, memilih outfit yang nyaman perlu diperhatikan loh. Soalnya, saat fashion dance, kamu dituntut nge-dance dengan energik.

 

Kesesuaian Koreografi dan Musik

Beda sama modern dance, fashion dance cenderung menggunakan koreografi yang lebih kalem,tapi tetap energik. Nah, hal itu juga harus disesuaikan dengan usia remaja yang cheerful dan semangat. ”Koreografi biasanya didominasi gerakan tangan, silhouette, dan mengutamakan harmonisasi,” ujar Alben.

Selain koreografi, hal yang perlu diperhatikan saat fashion dance adalah musik pengiringnya. Sebab, gerakan dan ketukan yang dilakukan talent saat catwalk maupun dance harus sesuai dengan musik tersebut. Musik dan koreografi juga harus disesuaikan dengan tema outfit yang dibawakan.

 

Practice and Practice More

Dalam fashion dance, talent dituntut melakukan gerakan dance sesuai dengan tema outfit. Di sisi lain, mereka harus melakukan catwalk dengan profesional. Thats why, kekompakan antar-talent adalah hal nomor satu yang wajib diperhatikan. Opening, blocking, hingga closing saat di stage benar-benar jadi point of interest tuh. Jangan sampai, koreografi udah oke, tapi hancur gara-gara nggak kompak. So, practice is the only key!