SALAH satu film paling ditunggu di bioskop tahun depan adalah Avengers: Infinity War. Dalam film tersebut, Captain America, Iron Man, dan para superhero Avengers akan menghadapi Thanos, villain legendaris. Kedua belah pihak memperebutkan batu infinity yang muncul dalam film Guardians of the Galaxy seri pertama. Wajar saja Star-Lord dan para jagoan penjaga galaksi ikut serta dalam konflik. Hadir pula Doctor Strange dan tokoh baru Captain Marvel. Terdengar seru? Masih setengah tahun lagi pemutarannya.

Sementara itu, para penggemar superhero Marvel bisa menikmati kisah perebutan batu infinity yang agak berbeda. Kali ini para karakter dilibatkan dari berbagai game populer buatan Capcom. Para pembaca sekalian, inilah Marvel vs Capcom: Infinite yang belum lama dirilis untuk mesin PlayStation4 dan Xbox One.

Dari kubu Marvel, cukup banyak yang hadir. Para Avengers, Guardians of the Galaxy, Doctor Strange, serta antagonis macam Thanos, Dormammu, dan Ultron. Ada pula Ghost Rider yang sudah lama tidak muncul di layar. Capcom mendesain penampilan mereka berdasar komiknya. Buktinya terlihat dari sosok Thor, Doctor Strange, dan Hawkeye yang agak berbeda dengan versi layar lebar.

Dari kubu Capcom, tampil dalam jumlah berimbang. Ada Ryu dan Chun Li dari Street Fighter serta X dan Zero dari serial Rockman X. Selain itu, ada Morrigan (Vampire), Chris Redfield (Biohazard), Hiryu (Strider), Mike Haggar (Final Fight), Dante (Devil May Cry), Frank West (Dead Rising), Nathan Spencer (Bionic Commando), dan pemburu dari serial Monster Hunter.

Kehadiran para jagoan Capcom membuat cerita game itu sangat berbeda dengan Avengers: Infinity War. Tokoh antagonis utamanya adalah penggabungan antara Ultron dan Sigma, musuh Rockman X. Pemain bisa menikmati cerita utuhnya dalam Story Mode yang dirancang cukup sinematik. Kawan dan lawan kadang berganti-ganti, serupa dengan film-film Marvel.

Marvel vs Capcom: Infinite adalah seri keempat dari Marvel vs Capcom. Dalam seri-seri terdahulu, pertarungan berlangsung tiga lawan tiga, ditambah satu karakter bantuan. Kini konsepnya diubah jadi dua lawan dua. Konsep karakter bantuan diganti dengan teknik pergantian karakter yang bisa dilakukan kapan saja yang juga berfungsi sebagai serangan bantuan.

Batu infinity pegang peranan cukup penting dalam pertarungan. Sebelum memulai, pemain memilih satu di antara enam batu dengan fungsi berbeda-beda. Batu-batu itu digunakan secara dinamis di tengah pertarungan. Berbagai teknik tarung juga dimodifikasi dari seri sebelumnya. Tetapi, dasar permainannya tetap sama, yaitu pertarungan 2D ala Street Fighter.

Tampilan visual game itu memanfaatkan kecanggihan Unreal Engine 4 yang juga digunakan Street Fighter V. Animasi setiap petarung tampak halus dengan detail yang jelas. Adegan pergantian karakter –yang butuh loading data– berlangsung cepat dan mulus. Sayangnya, ekspresi para karakternya agak terlalu kaku, tidak sehidup Street Fighter V.

Oh ya, sebagaimana Street Fighter V, para karakter Marvel vs Capcom: Infinite ini ditambah secara berkala. Baru saja hadir Black Panther. Bulan depan giliran Gladiator Hulk yang muncul dalam film Thor: Ragnarok. Para karakter lain seperti Black Widow, Winter Soldier, dan Venom juga masuk antrean. Jadi, yang suka Star-Lord, misalnya, tidak tertutup kemungkinan juga akan kebagian. (c14/ray)

 

Kendala dalam Jajaran Karakter

PARA karakter Marvel tampil dalam serial fighting buatan Capcom sejak X-Men vs Street Fighter yang dirilis pada 1996. Sejak itu, para karakter X-Men jadi suguhan utama seri-seri selanjutnya. Para pemain mengenal Cyclops sebagai tandingan Ryu. Namun, hal tersebut berubah dalam Marvel vs Capcom: Infinite.

Tidak ada satu pun karakter X-Men, termasuk Deadpool ataupun Cable. Para karakter Fantastic Four juga tidak ada. Penyebabnya adalah lisensi versi layar lebar yang masih berada di tangan pihak-pihak yang berbeda. Fantastic Four dan serial X-Men dipegang 20th Century Fox. Para jagoan Avengers, Doctor Strange, dan Guardians of the Galaxy sudah disatukan di bawah label Marvel Studios.

Absennya X-Men berusaha dikompensasi dengan hadirnya sejumlah wajah baru yang belum pernah diturunlagakan dalam game Capcom. Yang mungkin paling menarik adalah Captain Marvel. Para penyuka Marvel Cinematic Universe yang tidak mengikuti versi komik diperkenalkan dengan jagoan cewek yang menyandang nama Marvel tersebut. Lengkap dengan sosok manusianya, yaitu Carol Danvers. Dengan begitu, ketika Avengers: Infinity War diputar di bioskop nanti, mereka sudah lebih familier dengannya. (c14/ray)

 

Mengenal Serial Versus Lainnya

SERI X-Men vs Street Fighter tidak hanya mengawali tampilnya tokoh komik Marvel di fighting game buatan Capcom. Di game itu, Capcom kali pertama mempertemukan jagoannya dengan para karakter dari ikon lain. Berikut ini berbagai serial selain Marvel vs Capcom yang dikembangkan dari konsep tersebut. (c14/ray)

 

SNK vs Capcom

SNK pernah jadi saingan terbesar Capcom dalam perebutan singgasana genre fighting. Pada 2000, dua perusahaan itu berkolaborasi. Akhirnya, para penggemar genre fighting bisa mengadu Ryu dari Street Fighter dengan Kyo Kusanagi dari The King of Fighters.

 

Tatsunoko vs Capcom

Para penggemar anime mengenal Tatsunoko sebagai produsen serial action legendaris. Ingat Gatchaman? Casshern? Hurricane Polymar? Merekalah yang membuatnya. Pada 2008, Capcom mempertemukan para tokoh anime klasik tersebut dengan para jagoannya.

 

Street Fighter x Tekken

Sementara serial Street Fighter jadi raja di genre fighting 2D, serial Tekken pegang tampuk di genre fighting 3D. Pertemuan dua ikon itu awalnya dirasa mustahil, tetapi Capcom dan Bandai Namco punya solusinya. Dua game sekaligus dibuat dengan mengusung genre masing-masing.

Yang Lain di Kategori ini : « Selamatkan Karya Seni!